Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Bupati Purwakarta Resmikan Kampus II PPI 33 PC Persatuan Islam (PERSIS) Purwakarta

Bupati Purwakarta Resmikan Kampus II PPI 33 PC Persatuan Islam (PERSIS) Purwakarta

Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., menandatangani prasasti dalam peresmian kampus II PPI 33 PC Persatuan Islam (PERSIS) Purwakarta yang berlokasi di Komplek sekolah Al-Mannar Purwakarta, Rabu (24/9).[Arief Pratama/RMOLJabar]
Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH, Menandatangani Prasasti Dalam Peresmian Kampus II PPI 33 PC Persatuan Islam (PERSIS) Purwakarta Yang Berlokasi di Komplek sekolah Al-Mannar Purwakarta, Rabu (24/9).
Purwakarta, Sidaknews.com – Membangun pendidikan bukan hanya sekedar teori semata, akan tetapi nilai aplikatif, dimana sekolah harus mengenalkan kembali siswa kepada alamnya sehingga siswa mampu mengenal dirinya dan lingkungannya, itulah yang disebut dengan pendidikan berkarakter. demikian salah satu sambutan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., dalam peresmian Kampus II PPI 33 PC Persatuan Islam (PERSIS) Purwakarta. Rabu (24/9) Komplek sekolah Al-Mannar Purwakarta.

Dedi mengungkapkan bahwa pendidikan berkarakter telah diusung sejak 2003, yang dimana menekankan kembali sistem pendidikan untuk kembali mengenal alamnya.

“Pendidikan berkarakter sudah saya gagas dari 2003, sejak saya wakil bupati, pendidikan berkarakter mengembalikan lagi ke alamnya, ada dua dimensi yaitu dimensi material dan dimensi spritual, materi material yang terbentuk dari tanah,air, udara dan matahari dan spiritual yaitu yang menyempurnakannya, sehingga dalm pembentukan pendidikan berkarakter harus melahirkan sistem pembelajran sesuai dengan karakter lingkungannya,” ungkapnya.

Adapun hikmah pendidikan berkarakter sendiri, adalah siswa mampu membaca alamnya serta mencermati keadaan sekitar, sehingga dirinya mengharapkan sekolah bisa membentuk karakter tersebut dengan cara menyeimbangkan antara pelajaran teori dan praktek atau aplikatif.

“Hikmah pendidikan berkarakter kemarau tidak akan kekeringan, musim hujan tidak akan kebanjiran, pelajaran disekolah jangan hanya menjadi teori tapi harus diaplikatifkan, dalam masyarakat dan itu sesuai dengan pendidikan berkarakter, sehingga sekolah harus menyeimbangkan antara teori dan praktek dalam pengajaran di sekolah bagi siswanya,” ujarnya.

Sedangkan yang menjadi lawan pendidikan berkarakter sendiri menurut Dedi adalah pendidikan hantu, dimana pendidikan tersebut pendidikan instan atau pendidikan tanpa proses.

“Lawan pendidikan berkarakter yaitu pendidikan hantu, mudah-mudahan kita tidak menghasilkan pendidikan hantu, ciri-cirinya adalah ingin instan tapi tidak mau berproses,sehingga sekolah harus kembali mengajarkan kepada anak-anak sebuah proses, ajarkan hal-hal yang menurut saya penting ajarkan mereka kembali memasak sendiri, membangun kreatifitas sehingga siswa tidak konsumtif dan mampu menjadi siswa produktif,” tuturnya.

Dalam Kegiatan Peresmian Kampus II PPI 33 PC Persatuan Islam (PERSIS) Purwakarta, dihadiri oleh Ketua Umum PB PERSIS Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman, Ketua PERSIS Purwakarta, Kepala Kementrian Agama Purwakarta, Tokoh Ulama, Staff Pengajar serta orang tua murid. (ega)

Check Also

KAMMI Gelar Aksi Longmarch Menuju DPRD Prov Sumbar

Padang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Sumatera Barat (KAMMI SUMBAR). Melakukan Aksi Longmarch …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *