Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Bupati Purwakarta Siapkan 17 Sekolah Kejuruan Baru Bebas Pungutan

Bupati Purwakarta Siapkan 17 Sekolah Kejuruan Baru Bebas Pungutan

Bupati
Bupati Purwakarta. Dedi Mulyadi.SH. Siapkan 17 Sekolah Kejuruan Baru yang Gratis, Langkah ini mengantisipasi Dampak penutupaan Enam SKM 

Purwakarta.sidaknews.com – Pemkab Purwakarta segera siapkan 17 SMK baru yang bebas dari pungutan. Langkah ini diawali Bupati Dedi dengan mengumpulkan 13 kepala sekolah SMP dan seluruh kepala SMK Negeri di Purwakarta serta pengawas dan komite sekolah tersebut, selasa (18/02) pagi di Gedung Negara Kabupaten.

Rencana pemkab ini untuk mengantisipasi dampak pelarangan menerima siswa baru di 6 SMK pada tahun pelajaran 2014-2015.

Menurut Dedi, pemkab akan menyiapkan SMK Negeri secara merata di wilayah kabupaten purwakarta dengan memaksimalkan bangunan SMP yang kemungkinan besar di 13 SMP yang saat ini kepala sekolahnya dikumpulkan. Ke 13 SMP ini sudah melalui pertimbangan dari kebutuhan adanya SMK di masing-masing lokasi sekolah tersebut. Peralihan fungsi SMP ini sejalan dengan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dimana siswa kelas VI di SD tidak harus melanjutkan ke SMP tetapi masih di sekolah SD nya.

Tak hanya itu, jurusan yang dibuka akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi dari siswa dan wilayahnya. Menurut Dedi, selama ini pendidikan terlalu kaku, jurusan yang dibuka dari tahun ke tahun tidak ada perubahan, sehingga melahirkan lulusan yang semakin banyak sementara peluang kerjanya sedikit, “harusnya dinamis, setiap tahun bisa berubah-ubah jurusan yang dibuka itu sesuai dengan kebutuhan dan peluang kerjanya” jelas Dedi.

Terkecuali itu, jurusan yang dibuka juga harus memperhitungkan jenis kelamin, Dedi menghindari adanya SMK yang mayoritas dikuasai oleh siswa laki-laki atau mayoritas siswa perempuan.

Tetapi seharusnya sekolah memiliki siswa yang berimbang antara laki-laki dan perempuan seperti halnya SMA, “jadi SMK nanti itu jurusannya berbeda sesuai minat siswa laki-laki dan minat siswa perempuan. Biasanya kalau dikuasai oleh laki-laki saja bisa seperti yang sudah-sudah, ada tawuran dan sebagainya” tambahnya.

Menyinggung larangannya terhadap 6 SMK yang tidak boleh menerima siswa baru, Dedi menjelaskan jika itu bagian dari langkah strategis yang penuh resiko.

Dedi sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian, yang menyatakan jika tawuran yang sering terjadi oleh pelajar selama ini merupakan jaringan lama dari mata rantai siswa dan alumni, “untuk itu, kita harus memutus mata rantai siswa yang sering terlibat tawuran ini dengan mengosongkan siswa kelas 1 nya” pungkas Dedi.

Sementara itu, pihak disdik purwakarta langsung membahas dan menyiapkan segala sesuatunya terkait rencana pembangunan belasan SMK Negeri di Purwakarta. Termasuk pembiayaan, maping guru dan jurusan yang akan dibuka.(ega nugraha)

 

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *