Selasa , 28 Maret 2017
Home » Daerah » Babel » Bupati Sahani saleh, Daftarkan Belitung menjadi daerah wisata dunia

Bupati Sahani saleh, Daftarkan Belitung menjadi daerah wisata dunia

 Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos
Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos

TANJUNGPANDAN,Sidaknews.com – Belitung yang dikenal akrab dengan Laskar Pelangi sebagai dunia pariwisata nampaknya kini sudah mengalami perkembangan yang terbilang besar, salah satunya dengan menjadikan Belitung sebagai wisata dunia.

Belitung dijadikan wisata dunia usai, Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos mendaftarkan diri sebagai WTCN (World Tourism Cities Federation). Bahkan Senin (29/9) kemarin pihak NGO ITSDC (Inveronment Tour Soc Dev Center), Dr.Nico Lous Lukman telah bertemu langsung dengan Bupati Belitung di ruang kerjanya.

Pertemuan ini secara langsung membahas mengenai terdaftarnya Belitung sebagai anggota WTCN yang sebagai payung hukum untuk komitmen mengembangkan pariwisata berskala dunia. Diketahui saat ini wisata dunia di Indoensia terdapat di 3 Kota, yaitu Bandung, Jakarta dan Belitung. “Sekarang kita masih menyiapkan berkas-berkas yang kurang sebagai keanggotaan. Tapi intinya Belitung sudah menjadi wisata dunia setelah Jakarta dan Bandung,” ungkap Sahani Saleh, kepada Media, Senin (29/9).

WTOF
WTOF (World Tourism Cities Federation)

Saat ini, kata Sahani Saleh, pihaknya tidak memungkiri bahwa sedang mengupayakan beberapa hal kelengkapan sebagai anggota WTCN. Namun terdaftarnya Belitung di WTCN salah satunya agar wisatawan yang hendak berkunjung ke Belitung bisa dengan jelas mendapatkan sekmennya.

“Jadi kedepan tidak akan lagi orang bertanya dan mencari-cari Belitung. Ini langsung dari kedutaan besar, dan kedepan intinya kita harus lebih pro aktif membangin pariwisata,” ujarnya.

Melalui keanggotaan tersebut, Sahani Saleh menjelas, terutama mengenai promosi pariwisata akan diperuntukkan secara mendunia. Sehingga secara otomatis saat ini persiapan infrastruktur sekelas dunia harus dipersiapkan. “Itu yang harus kita persiapkan kedepan. Ini juga sekaligus sebagai suatu landasan hukum dan tidak main-main menggarap pariwisata.

Apalagi untuk menjadi anggota WTCF ini tidak segampang itu, dan banyak yang memang dipersiapkan. Seperti bandara dan destinasi wisata, termasuk juga hotel berbintang 5 plus yang harus diperbanyak,” terangnya.

Bahkan, Sahani Saleh berharap dengan adanya kerjasama yang baik ini, Pemerintah pusat harus lebih fokus membangun infrastruktur, terkhusus di Belitung. Sebab pusat dari WTCF ini berasal dari negeri seberang yaitu Beijing yang sudah terbukti berhasil mengembangkan pariwisata dunia.

Sementara, NGO ITSDC (Inveronment Tour Soc Dev Center), Dr.Nico Lous Lukman yang mendapatkan gelar doktor dalam keahlian pariwisata mengatakan, dengan terdaftarnya Belitung di WTCF maka pemerintah harus memiliki kompensasi bahwa harus pro aktif dalam membangun pariwisata. “Ya kalau tidak, tidak sebagai kota pariwisata.

Kalau tidak aktif dan tidak komit dalam mengembangkan pariwisata bisa out dari ke anggotaan. Ini maksud kami selaku NGO ingin mentriger pemerintah agar pemerintah betul-betul komit didalam membangun pariwisata, jangan ngomong saja,” katanya.

Bukan hanya pemerintah saja, kata dia, yang harus komit dalam membangun pariwisata dunia khususnya di Belitung, namun kebijakan politik harus aktif didalam membangun pariwisata, sebab ini tidak terlepas dari harapan masyarakat Belitung. “Jadi harus ada, kita diawasi jadinya apa dan tuntutannya apa. Kontribusi nya harus aktif membangun pariwisata,” imbuhnya.

Disinggung mengenai belum ada hotel berbintang 5 plus sebagai salah satu pendukung menjadi pariwisata dunia di Kabupaten Belitung, Nico Lous Lukman menjawab bahwa itu bukanlah sebuah persoalan.

Namun plaining tersebut kini sudah dimiliki oleh Pemerintah. “Termasuk juga dalam menjaga lingkungan, strategi pembangunan seperti itu sudah diplaining problem, tapi proses itu harus terus berjalan, jangan mandet,” tukasnya.

Dia menambahkan, menjadi anggota WTCF ini adalah merupakan sebuah sertifikasi Belitung sebagai pariwisata dunia. Sehingga dengan adanya sertifikasi tersebut pengusaha yang ingin melakukan investasi juga yakin dengan produknya. “Mangkanya saya katakan produknya abstrak, dan ini ada kepastian hukum bahwa pemerintah ingin bangun pariwisata,” jelasnya.(ANS)

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Ketua Umum FSI Qalbun Salim (kanan) menyerahkan hasil penggalangan dana kepada Ketua FSLDK kepulauan Riau (kiri).

Peduli Somalia, FSI STIE Pembangunan Tanjungpinang Galang Dana

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Dosen, Mahasiswa di STIE Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>