Home » Berita Foto » Cabuli Anak Di Bawah Umur, Azwar di Penjara

Cabuli Anak Di Bawah Umur, Azwar di Penjara

Azwar dalam tahanan Polsek DaikLINGGA,Sidak News : Azwar alias War (53) melakukan perbuatan tidak senonoh atau cabul terhadap anak berusia 8 tahun di rumah temannya di jalan Mesjid Sultan Lingga, Kelurahan Daik Kecamatan Lingga.

Korban berinisial Dv menjadi aksi biadab Azwar, atas perbuatan yang telah dilakukan pria separuh baya itu, membuat korban secara terang-terangan mengatakan bahwa pelaku telah melakukan perbuatan cabul terhadapnya, hingga di ketahui tetangga korban dan mengantar korban pada orang tuanya, dan membuat laporan atas kejadian menimpa anak yang baru duduk di kelas I SD itu.

 Kronologis kejadian, kamis (23/5) pukul 15.00 wib, korban bermain bersama 3 teman sebayanya disamping rumah Saleh (kakek saudara korban), saat itu Azwar ingin kerumah Saleh yang merupakan rekan sekerjannya sebagai bagian kebersihan jalan. Sampai dirumah Saleh, Azwar tidak mendapatkan teman kerjanya berada dirumah, Azwar hanya melihat anak-anak sedang  bermain di samping rumah rekannya itu, Azwar kemudian memanggil Dv dan  meminta Dv untuk menghidupkan telivisi dirumah Saleh, sementara teman-teman sebaya Dv tidak diperbolehkan masuk rumah oleh Azwar, kemudian pintu rumah ditutup dan teman-teman korban tetap bermain bersama diluar rumah.

 

Pintu dalam keadaan tertutup,  telivisi tak dapat di hidupkan, karena Dv tidak tahu bagaimana cara menghidupkannya, dalam keadaan berdua saja dirumah itu, otak cabul Azwar yang sudah dirasuki setan cabul mulai bangkit, tanpa mendapat perlawanan, Azwar dalam sekejap berhasil memeluk, mencium, sambil memainkan kemaluan korban.

 

Melihat Dv tidak ada diantara teman korban, Ardiah, tetangga korban menanyakan keberadaan Dv kepada teman-teman korban, teman-teman korban menjawab, kalau Dv berada di dalam rumah Saleh bersama Atok (Azwar). Adanya kecurigaan di hati Ardiah, ia langsung menuju rumah yang dimaksud, setelah dibuka Dv menjerit dan menangis menuju Ardiah, Ardiah langsung mengantar Dv pada orang tuanya, sedangkan Azwar turun dari rumah setelah kejadian itu.

 

Mendapat keterangan dari Ardiah, ibu korban, Junaida Puspitasari, langsung menanyakan hal itu kepada Dv yang sudah berada dirumah, secara polos Dv menceritakan perilaku Azwar yang telah berbuat bejad terhadap dirinya, dengan cara memeluk, mencium dan memainkan kemaluan korban. Mendengar ucapan polos itu, sore itu juga, pukul 17.00 wib, orang tua korban membuat laporan atas pencabulan Azwar terhadap anaknya dengan dikuatkan oleh saksi.

 

Menindak lanjuti laporan tersebut, Kanitreskrim Polsek Daik, Aipda Hendri, bersama anggotanya, dan dalam sekejap Azwar dapat diringkus jajaran Polsek Daik saat sedang menikmati minuman keras dirumah saudaranya, dan pelaku di bawa ke Polsek Daik untuk dimintai keterangan, atas perbuatan yang telah dilakukannya terhadap Dv.

 

Kapolsek Lingga AKP Karyono melalui Kanitreskrim AIPDA Hendri mengatakan, unsur pencabulan yang dilakukan Azwar memang benar, dengan modus meminta di hidupkan televisi pada korban, dan menutup pintu rumah. Tersangka juga di kuatkan dengan hasil visum dokter, bahwa di kemaluan korban terdapat luka lecet. “Semua unsur sudah mengarah pada pelaku, maka kita lakukan penahanan terhadap pelaku,” ungkap Hendri diruang kerjanya.

 

Penangkapan terhadap Azwar, dilakukan pada saat tersangka sedang menikmati minuman keras jenis arak di rumah saudaranya yang berada di jalan Encek Muhammad Apan. Terang Hendri, keburukan tersangka, ia selalu minum-minuman keras, dan pada waktu kejadian, tersangka juga mengakui bahwa dirinya habis minum arak dua gelas.

Azwar juga mengakui, kalau ia sudah satu bulan lebih di tinggalkan isterinya, hingga kebiasaan buruknya sulit terkontrol.

 

Dalam kejadian ini, ”Tersangka di jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 82 yang berbunyi,Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana paling lama 15 (lima belasa) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (Tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah)”. Imbuh Hendri. (Rz/S-Indo).

Check Also

Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno,MM tengah menerima hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/1). 

Tingkatkan Pelayanan Publik, Sergai Targetkan Zona Hijau Tahun 2017

Sergai, sidaknews.com – Dewasa ini pelayanan publik menjadi semakin penting karena senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>