Home » Berita Foto » Cabuli Anak Kandung Sendiri, Madrusi Dituntut 18 Tahun Penjara

Cabuli Anak Kandung Sendiri, Madrusi Dituntut 18 Tahun Penjara

Madrusi (43), terdakwa kasus pencabulan pada anak kandungnya sendiri usai menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Selasa (24/3). Foto: Rindu Sianipar
Madrusi (43), terdakwa kasus pencabulan pada anak kandungnya sendiri usai menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Selasa (24/3). Foto: Rindu Sianipar

-Terdakwa tetap bantah lakukan pencabulan Didakwa mencabuli anak gadisnya yang masih berumur empat tahun sebut saja Putri, Madrusi (43) yang merupakan ayah kandung korban dituntut jaksa selama 18 tahun penjara.

Tanjungpinang, sidaknews.com – Didakwa mencabuli anak gadisnya yang masih berumur empat tahun sebut saja Putri, Madrusi (43) yang merupakan ayah kandung korban dituntut jaksa selama 18 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa Haryo pada persidangan yang berlangsung secara tertutup tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (24/3). “Atas perbuatannya, kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama 18 tahun penjara,” ujar Haryo.

Madrusi (43). Foto: dok
Madrusi (43). Foto: dok

Selain itu, jaksa juga memohon agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman membayar denda senilai Rp 1 miliar. Jika tidak dibayar, hukuman akan diganti satu tahun penjara.

Dalam tuntutan jaksa, Madrusi dinilai terbukti secara sah bersalah melanggar ketentuan pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Adapun hal-hal yang menjadi pertimbangan jaksa yakni hal-hal yang memberatkan seperti jika perbuatan terdakwa sangat melanggar norma-norma kemanusiaan.

“Terdakwa tidak menyesal dan tidak mengakui perbuatannya,” ujar Haryo. Sedangkan yang meringakan, lanjut Haryo, terdakwa belum pernah dihukum.

Terhadap tuntutan tersebut, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dame Parulian SH ini, Madrusi mengatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan mendatang.”Kita akan ajukan pledoi,” ujar terdakwa melalui kuasa hukumnya, Sri Ernawati.

Sebagaimana diketahui, kasus pencabulan tersebut terjadi karena disinyalir terdakwa kesepian karena telah lama bercerai dengan istrinya yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Terdakwa tega melampiaskan nafsu syahwatnya pada anak kandung sendiri.

Dalam berkas penyelidikan (BAP) kasus tersebut, pelaku telah beberapa kali melakukan perbuatan bejatnya pada korban. Terakhir, perbuatan itu dilakukan tersangka sekitar tanggal 17 November 2014 lalu.

Perbuatan tersebut, dilakukan tersangka di dalam rumahnya di sekitar wilayah Tanjunguban Kabupaten Bintan ketika sang anak sedang tertidur. Dari hasil pemeriksaan visum et repertum dari rumah sakit di sekitar alat vital korban ditemukan luka robek yang diduga akibat terkena benda tumpul.

Peristiwa memalukan ini, diketahui pertama sekali oleh pengasuh korban yang masih bertetangga dengan pelaku yang curiga dengan tingkah si Putri. Karena curiga, si pengasuh mencoba mengorek informasi dari anak asuhnya. Dari pengakuan si anak, ia mengaku telah dicabuli ayah kandungnya sendiri.

Mendapat pengakuan polos si putri, kemudian sang pengasuh melaporkan hal ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Bintan hingga kasusnya bergulir ke meja hijau.

Pantauan di lapangan, usai persidangan, terdakwa hanya terdiam, begitu juga ketika “diburu” para pewarta saat berjalan menuju ruang tahanan pengadilan. Di bawah pengawalan petugas, ia berusaha menghindar dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya ketika pewarta mencoba mengabadikan gambarnya. (Rindu Sianipar)

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya melantik dan mengukuhkan sebanyak 149 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemkab Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (19/1).

Wabup Sergai Kukuhkan dan Lantik 149 Pejabat Administrator

*Darma Wijaya: Laksanakan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab Sergai, sidaknews.com …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>