Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Calo berkedok Biro Jasa Gentayangan di Kanim karimun

Calo berkedok Biro Jasa Gentayangan di Kanim karimun

Ilustrasi
Ilustrasi. Pembuatan Paspor.

Karimun,Sidaknews.com – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, diduga kuat menjadi sarang pungutan liar (Pungli) dari pemohon jasa ke Imigrasian disana lewat pembuatan paspor.

“Praktek pungutan tidak resmi tapi tetap harus dibayar sudah menjadi rahasia di Kabupaten Karimun dan jika tidak jangan harap urusan bisa selesai dan sudah berlangsung semenjak lama”, kata seorang sumber kepada media ini di Tanjungbalai karimun beberapa waktu lalu.

Sialnya lagi, lanjut sumber tersebut, pungli itu bisa berjalan mulus karena peran penting pihak ketiga yakni biro jasa tapi berperilaku seperti calo telah menguasai pengurusan paspor yang diduga kuat merupakan peliharaan oknum di kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun.

Bahkan parahnya, tambahnya, perangai dari para calo itu sudah meresahkan warga yang akan berurusan langsung karena seakan tidak memberi kesempatan untuk mengurus paspor sendiri.

Ilustrasi. Paspor bercap palsu
Ilustrasi. Paspor bercap palsu.

Pungli di Imigrasi Karimun juga diduga sudah berlangsung sejak kepemimpinan Ilyas Sanusi sebagai kepala kantor sehingga tidak tertutup kemungkinan praktek yang dilakukan oleh bawahan mendapat restu dari pimpinan.

“Sementara ujung selaku ujung tombak melancarkan Pungli lewat pembuatan paspor dikelola oleh yang dikelola oleh Ketua Koperasi Evi Kastari dan Wilda Sebagai Kepala Tata Usaha (TU) kantor Imigrasi tersebut”, kata seorang warga yang kesal dengan maraknya Pungli disana.

Akibat praktek dari Pungli itu sehingga biaya pembuatan paspor menjadi sangat mahal dan bahkan mencapai jutaan rupiah untuk sebuah buku paspor.

Informasi yang dihimpun media ini ada juga biaya tambahan untuk koperasi disana dan entah pungutan berkedok koperasi itu membuat bingung pengurus paspor di kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun konon ada pula biaya tambahan untuk koperasi disana sehingga membuat masyarakat pemohon paspor bingung entah apa dasar hokum pungutan itu dilakukan oknum.

Terkait Pungli tersebut konon Evi Kastari sudah pernah diperiksa Kepala Imigrasi Tanjungbalai Karimun serta Kepala Direktorat Jendral Imigrasi (Dirjenim) ditahun 2013 lalu dan berita acara pemeriksaan (BAP) sudah dibuatkan namun belum ada tindak lanjutnya. “Jadi wajar saja Pungli terus berlanjut karena seakan ada restu dari pimpinan”, kata tanpa menyebut siapa pimpinan dimaksud.

Pantauan Media ini jika Kanim Tanjugbalai Karimun yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kolong, Sungai Lakam itu bisa melayani sampai ratusan orang setiap hari. Jumlah itu tidaklah berlebihan karena kebanyakan para pemohon paspor adalah calon tenaga kerja Indonesia (TKI) dan setiap hari terlihat selalu memadati kantor tersebut.

Mereka hanya duduk manis karena urusan paspor sudah diserahkan kepada para calo berkedok biro jasa menunggu bilamana ada yang penting. “Mereka hanya menunggu untuk tandatangan atau keperluan lain yang tidak bisa diwakilkan saja kalau urusan lainnya sudah ditangani calo”, kata seorang yang mengurus paspor disana.

Selain Pungli dan dasar hokum koperasi di Kanim Tanjungbalai Karimun juga tentang STS karena sudah menjadi perbincangan hangat di masyarakat kabupaten Karimun khususnya. Persoalan yang timbul pun sampai sekarang belum diketahui penyelesaiannya seperti apa. (JK)

 

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *