Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dahlan Iskan minta bos Pertamina blak-blakan ke KPK

Dahlan Iskan minta bos Pertamina blak-blakan ke KPK

Dirut pertamina tinjau SPBU. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi RahmanSidaknews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta Direktur Pertamina Karen Agustiawan bekerja sama dan bersikap kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang menyeret nama mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Dahlan berharap Karen mau menceritakan semua yang diketahuinya untuk membantu penyelesaian kasus ini. Termasuk jika ada tekanan dari pihak lain kepada Pertamina.

“Dirut Pertamina agar membuka saja blak-blakan di KPK. Apa saja yang dialami. Seandainya ada tekanan, tekanan apa,” ujar Dahlan usai sidang ke-10 Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (6/11).

Dia meminta Karen tidak takut mengenai segala kesulitan yang dialami Pertamina. Mungkin saja, tambahnya, KPK butuh informasi mengenai alokasi gas dan minyak selama ini.

“Kan KPK mungkin membutuhkan info-info bagaimana alokasi-alokasi gas dan minyak selama ini,” jelas Dahlan.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Direktur Pertamina pada hari Senin (4/11) lalu untuk dimintai keterangan dalam proses penyidikan kasus suap kegiatan hulu migas di SKK Migas. “Dia diperiksa sebagai saksi,” ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (4/11).

Selain Karen, KPK juga memanggil Marihad Simbolon (PT Parna Raya), Artha Meris Simbolon (PT Parna Raya) dan Gerhard Marten Rumeser (Pegawai SKK Migas) dan Waryono Karno (Sekjen ESDM). Tapi sampai saat ini, baru Waryono Karno, yang terlihat hadir. Waryono datang pagi-pagi tadi dan menolak untuk berkomentar.

Dalam kasus suap ini, KPK telah menetapkan Rudi Rubiandini, mantan kepala SKK Migas menjadi tersangka. Rudi tertangkap tangan menerima suap dari Simon G Tanjaya, direktur Kernel Oil melalui Deviardi. Nilai suap diduga sebesar USD 400 ribu. Uang itu diberikan oleh Simon kepada Rudi melalui Deviardi agar Kernel Oil memenangi pelelangan itu.

Selain uang itu, penyidik juga menyita USD 90.000 dan 127.000 dolar Singapura milik Rudi, serta uang USD 200.000 dari ruang kerja Sekjen ESDM, Waryono Karno. Waryono dan Artha Meris telah dicegah bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan.Sumber.merdeka.com

Check Also

Pemko Langsa Salurkan Dana Meugang Kepada 6.700 Fakir Miskin

Langsa, sidaknews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, Pemerintah kota Langsa menyalurkan bantuan berupa uang untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *