Home » Berita Foto » Dakoram : KPU ‘Dipaksa’ Masuk Jeratan Hukum

Dakoram : KPU ‘Dipaksa’ Masuk Jeratan Hukum

dadan komarul ramdan
Dadan komarul ramdan.

PURWAKARTA,sidaknews.com – Usai agenda sidang mendengar tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi dari Tim Penasehat Hukum mantan Ketua KPU Purwakarta, Dadan Komarul Ramdan di Pengadilan Tipikor Bandung. Pria yang biasa disapa Dakoram itu mengatakan, KPU ‘dipaksa’ masuk jeratan hukum.

Berikut petikan wawancara singkat dengan Dakoram :

sidaknews.com : “Setelah mendengarkan tanggapan eksepsi dari tim penasehat hukum oleh JPU hal apa yang Anda rasakan ?”

Dakoram : “Saya merasa optimis eksepsi tim penasehat hukum saya, bisa diterima oleh majelis hakim karena tanggapan dari JPU dangkal dan tidak mendalam, JPU menyampaikan, “Untuk membuktikannya terlebih dahulu harus ke tahap pembuktian, sehingga sepatutnya tidak perlu lebih jauh untuk kami tanggapi”.

Kalimat ini membuktikan apriori JPU untuk pembuktian kekayaan sebelum dan sesudah menjabat sebagai Ketua KPUD, ini aneh didakwa korupsi tapi tidak mau memeriksa terlebih dahulu. Artinya jelas bagi saya, jika kita murni berpijak pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan berharap kebijaksanaan dan kearifan dari yang mulia majelis hakim, saya optimis bisa terbebas dari perkara yang sedang didakwakan, tapi kalau berpijak pada cerita-cerita didalam Rutan, ternyata serem juga.”

sidaknews.com : “Maksudnya serem itu apanya kang ?”

Dakoram : “Ya serem, karena pada proses persidangan ini, saya hanya bisa pasrah dan berwasilah dengan mengandalkan dan menyandarkan pada aspek-aspek normatif saja. Jika dan secara normatif, kan sudah jelas, pertama dalam permendagri nomor : 12/2005 serta perubahannya dan permendagri 13/2006 bahwa jalur pertanggungjawaban anggaran itu dari Bendahara, terus ke Atasan Langsung Bendahara (sekretaris KPUD), Kemudian disampaikan ke KPA (Pemda/Kesbang) terus PA (Pengguna Anggaran/Sekda) terakhir di Bupati, kalau menurut PP nomor 06/2005, jalur KPUD itu ke DPRD, nah dalam aturannya, saya kan bukan KPA, kok malah diangkat jadi KPA.

Kedua dalam undang-undang BPK nomor 15 tahun 2005 bahwa pemeriksaan dan audit investigasi itu oleh BPK, ini malah dilakukan oleh inspektorat, dan yang terakhir adalah KPUD dipaksa menggunakan anggaran dimana dasar pengelolaannya tidak ada, artinya bahwa anggaran hibah pilkada 2008 itu bila tidak dipakai, KPUD akan disalahkan oleh UU nomor : 32 tahun 2004 dan PP nomor 06 tahun 2005, dan bila dipakai maka KPUD akan disalahkan oleh regulasi pengelolaan keuangan, ya seperti sekarang ini.”

sidaknews.com: “Maksud dasar pengelolaan anggarannya tidak ada, itu bagaimana kang ?”

Dakoram : “Yaitu dia, kan anggaran hibah Pilkada 2008 tidak ada DASK-nya, kalau dalam internal Pemda (APBD) tidak ada DPA-nya, tapi kalau bahasa APBN ya tidak ada DIPA-nya, kenapa, aneh yah ?”

sidaknews.com: “Apakah semua itu menjadi kesalahan Pemda kang ?”

Dakoram : “Kalau yang salah adalah Pemda, saya kira hal itu absurd. Tapi kalau ini kelalaian dan keteledoran Bupati dan Sekda terdahulu (Lili Hambali dan Dudung B Supardi-red) jelas seperti direncanakan memaksa KPUD untuk masuk kedalam jeratan hukum.”

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Tim Penasehat Hukum mantan Ketua KPU, Muhammad Bastari, SH menilai, tanggapan eksepsi dari JPU atas kliennya hanya bersifat normatif saja.

“Tanggapan eksepsi oleh JPU terkesan normatif, secara subtantif tidak menyentuh pada apa yang sudah disampaikan oleh pihak terdakwa melalui kami,” ujar Bastari singkat.(ega)

Check Also

Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno,MM tengah menerima hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/1). 

Tingkatkan Pelayanan Publik, Sergai Targetkan Zona Hijau Tahun 2017

Sergai, sidaknews.com – Dewasa ini pelayanan publik menjadi semakin penting karena senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>