Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dakwaan Kasus KPU 2008 Dinilai Salah Kaprah, Ada Double KPA ?

Dakwaan Kasus KPU 2008 Dinilai Salah Kaprah, Ada Double KPA ?

Pengadilan Negeri Tipikor Bandung
Pengadilan Negeri Tipikor Bandung

PURWAKARTA,sidaknews.com – Penasehat Hukum tersangka kasus KPU 2008 Dadan Komarul Ramdan, Muhammad Bastari, SH mengatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditujukan kepada kliennya dalam sidang perdana di pengadilan Tipikor Bandung dinilai salah kaprah.

Pasalnya dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran Pilkada Purwakarta Jawa Barat 2008 terdapat 2 (dua) Kuasa Pengguna Anggara (KPA),

“Dalam surat dakwaan dengan Nomor Perkara :PDS-06/PRWAK/05/2014 yang disampaikan dan dibacakan JPU dalam sidang yang pertama digelar, materi dakwaan tersebut terlihat salah kaprah ketika KPUD sebagai pelaksana kegiatan Pilkada Purwakarta 2008 ternyata diangkat sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggara) dilain pihak Kepala Kesbang juga ternyata selaku KPA,” kata Bastari.

Dia katakan berikutnya, dalam surat dakwaan dengan JPU Eka Darmawan Nugraha, SH, Ridwan Ibrahim, SH dan Bambang Saputra, SH itu diketahui, bahwa anggaran Pilkada itu cair atas pengajuan Ketua KPU melalui surat nomor 2601/265/KPU-PWK.XI/2007, kemudian ditindaklanjuti dengan surat permintaan pembayaran (SPP) kepada Sekda selaku Pengguna anggaran (PA) oleh saudara Halim Rusmana selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu dan ditandatangani oleh saudara Syachrul Koswara selaku Kuasa Pengguna Anggaran KPA pada Bagian Kesbang dan Linmas Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purwakarta.

“Masih dalam dakwaan tersebut ditulis, kemudian SPP itu diajukan kepada Sekda saat itu Dudung B. Supardi sebagai Sekda juga selaku Pengguna Anggaran (PA) mengeluarkan dan menandatangi Surat Perintah Membayar (SPM), selanjutnya disampaikan kepada Bagian Keuangan Setda, dimana saat itu saudara Drs. Mokh. Irsyad Nasution, MM, dan Setda Bagian Keuangan kemudian mengeluarkan surat perintah pencairan dana (SP2D),” papar Pengacara asal Bandung itu seraya menambahkan sidang selanjutnya yang akan digelar 13 Agustus 2014 mendatang, pihaknya akan mengagendakan pembacaan eksepsi terhadap dakwaan tersebut.

Ia juga mengungkapkan, banyak kejanggalan dalam proses pengelolaan anggaran tersebut, hal itu fatal dan tidak berdasar baik secara normatif maupun secara logika, ketika Bupati saat itu saudara Lili Hambali Hasan mengangkat ketua KPUD sebagai KPA.

“Faktanya, hal ini menjadi aneh, dimana ketua KPUD katanya selaku KPA menurut SK Bupati Purwakarta Nomor : 875.1/Kep.393-Pemb/2007 tertanggal 20 Agustus 2007, tapi mengajukan anggaran kepada Bupati melalui Kesbang, dimana saat itu saudara Halim selaku pejabat Kesbang membuat SPP (surat perintah pembayaran) yang ditanda tangani oleh saudara Syachrul Koswara yang juga selaku KPA menurut SK Bupati Purwakarta Nomor 954/Kep.138.Pemb/2007 tertanggal 1 Maret 2007,” ujar Bastari.

Menutup obrolan dengan Kabar Gapura, Ia mengatakan, “Jika demikian adanya, jelas ketua KPU bukanlah KPA, disisi lain hal itu tidak ada dasar hukumnya baik UU, PP, atau Permendagri yang menyatakan bahwa ketua KPU diangkat selaku KPA dalam pelaksanaan Pilkada, jadi sudah sangat jelas, jika mengikuti dakwaan, maka yang perlu mempertanggungjawabkan itu saudara Syachrul Koswara selaku kepala Kesbang yang juga merangkap sebagai KPA, bukan KPU, itu jika dakwaan yang menjadi dasarnya, kawan,” pungkasnya. (ega)

Check Also

Pelanggar lalu lintas membayar denda yang dikenakan kepada kasir Bank BRI Cabang Langsa.

Polres Langsa Gelar Sidang di Tempat Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Langsa, sidaknews.com – Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian resor Langsa bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan …

One comment

  1. Terdakwa ketua saat itu kenapa baru mengeluarkan datanya saat ini? Saat sidang pertama setahun yang lalu yang orang tidak bersalah didakwa dan sudah masuk kurungan…kemana saja anda sebagai ketua?..ini hanya alibi saja…terus tegakkan keadilan…yang salah harus dihukum…semoga anda cepat masuk kurungan “ketua red”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>