Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dalam Gelar Perkara,ULP Tidak Ada Penyimpangan

Dalam Gelar Perkara,ULP Tidak Ada Penyimpangan

-Kesimpulan Kasus Tender Pembangunan Kantor PDAM Malili.

Keterangan Foto: Andi Ikhsan Bassaleng saat berada diruang tunggu Mapolres Luwu Timur.
Keterangan Foto: Andi Ikhsan Bassaleng saat berada diruang tunggu Mapolres Luwu Timur beberapa waktu lalu.

Luwu Timur,Sidaknews.com – Penyidik Satuan Reksrim Polres Luwu Timur telah melakukan gelar perkara terkait adanya kasus dugaan penyimpangan tender pembangunan kantor PDAM, pada Rabu (4/2). Selama gelar perkara, penyidik menyimpulkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) tidak ada dugaan penyimpangan.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana, melalui kasat Reskrim AKP Abd.Nur Adnan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang didukung dokumen lelang dan surat penjelasan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa (LKPP) RI yang ditujukan pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Luwu Timur, disimpulkan untuk Pokja ULP belum ditemukan cukup bukti melakukan penyimpangan dalam proses penetapan CV. Hadi Prima Jasa sebagai pemenang.

“Namun, akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap rekanan. Ini untuk mengetahui apakah dokumen penawaran yang disodorkan ke ULP tidak sesuai dengan fakta sebenarnya,” terang Adnan.

Proyek pembangunan gedung kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Malili antara Kelompok Kerja Unit Pengadaan Layanan (Pokja ULP) dan CV Hadi Prima Jasa selaku pemenang tender diduga ada kongkalikong. Kantor PDAM Malili tersebut menelan anggaran sebesar Rp 940 juta. Belakangan diketahui, CV. Hadi Prima Jasa tercatat sebagai salah satu perusahaan yang terkena black list.

Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah II Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Emin Adhy Muhaemin dalam suratnya bernomor 6648/DIV.2/KSL/12/2014, menjelaskan bahwa Pokja ULP telah menetapkan CV Hadi Prima Jasa sebagai pemenang pada tanggal 25 Mei 2014 sementara CV Hadi Prima Jasa baru dimasukkan dalam daftar hitam oleh LKPP pada 25 Agustus 2014 meskipun penetapan sanksi tersebut berlaku sejak 6 Maret 2014. ”Ini bukan merupakan kesalahan Pokja ULP dan tidak ada kongkalikong. Pokja ULP tidak bersalah karena lebih dulu menetapkan pemenang pada 25 Mei 2014 sementara CV Hadi Prima Jasa baru dimasukkan dalam daftar hitam LKPP pada 25 Agustus 2014” jelasnya.

Menurutnya, penetapan pemenang yang dilakukan Pokja ULP hanya berdasarkan pemeriksaan daftar hitam melalui Portal Pengadaan Nasional pada saat penetapan pemenang tertanggal 25 Mei 2014 dan surat keterangan bebas temuan. ”Keterangan ini disampaikan Emin, menanggapi surat yang dikirimkan Pemkab Luwu Timur tanggal 23 September 2014 kepada Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah II LKPP yang meminta penjelasan Black List terhadap CV Hadi Prima Jasa selaku kontraktor pelaksana proyek pembangunan kantor PDAM Malili,”jelasnya.

Tim Lsm Gempar lutim menambahkan Terkait Dugaan Kongkalikong Pada Proyek ini sangat Jelas. BPK sudah merekomendasikan PPK proyek untuk melakukan pemutusan Kontrak. Artinya sudah jelas Ada yang salah. Proses lelang proyek ini sarat pelanggaran yang dilakukan Oleh Pokja Konstruksi ULP. Pokja ULP Tidak Melewati proses Aanwijzing.

Proses Pelelangan Pembangunan Gedung Kantor PDAM Kab. Luwu Timur (lelang ulang) dilaksanakan Oleh Anggota Kelompok Kerja ULP yang tidak Memiliki integritas, tidak disiplin, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Anggota Kelompok Kerja ULP Kab. Luwu Timur Tidak Memahami isi dokumen, metode dan prosedur Pengadaan; Hal ini Sangat Jelas Bertentangan dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 17 Ayat 1 Huruf a dan Huruf.d

Pasal 17 Ayat 1. Kepala ULP/Anggota Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. Memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas;
d. Memahami isi dokumen, metode dan prosedur Pengadaan;

Pokja ULP Tidak Disiplin Dapat Dilihat Pada Tahapan Pemberian Penjelasan:

Pada Tahapan Pemberian Penjelasan, Pokja Tidak Mengikuti tahapan ini. Pokja Lupa Bahwa Pada Tanggal 29 Mei 2014 Pukul 09.00 – 11.00 adalah Waktu Tahapan pemberian Penjelasan untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Gedung Kantor PDAM Kab. Luwu Timur (lelang ulang). Pada Tahapan Pemberian Penjelasan Pokja tidak Menjawab Satu pun Pertanyaan Peserta Lelang Padahal Peserta Sudah Mengingatkan kepada Pokja Untuk Segera Menjawab Pertanyaan Peserta Lelang Mengingat waktu Tahapan Pemberian Penjelasan sudah Hampir Habis.

Berdasar Pada Lampiran Perka LKPP No 18 Tahun 2012 Tentang E-Tendering BAB II Poin 2 huruf b tentang Pemberian penjelasan Angka
5: Dalam Hal waktu tahap penjelaan telah berakhir, Penyedia barang/jasa tidak dapat mengajukan pertanyaan namun pokja ULP Masih mempunyai tambahan waktu 3 (Tiga) Jam Untuk Menjawab pertanyaan yang mauk Pada Akhir jadwal.

6. Pokja ULP dilarang menjawab pertanyaan Dengan cara mengumpulkan pertanyaan terlebih dahulu dan menjawab pertanyaan tersebut sekaligus pada waktu tambahan sebagaimana yang dimaksud pada angka 5.

Pada Proses Lelang Pembangunan Gedung Kantor PDAM Kab. Luwu Timur (lelang ulang) Pokja ULP Juga Seenaknya Merubah Jadwal Tahapan Pemberian Penjelasan Setelah Jadwal Tahapan Pemberian Penjelasan Telah Lewat 1 (Satu Hari).

Jika memang akan dilakukan Penambahan waktu Tahapan pemberian penjelasan, kenapa Panitia tidak melakukan pada tanggal 29 April 2014 Pukul 12.00 dengan menambah waktu selama 3 (Tiga) Jam Sesuai dengan Aturan yang ditetapkan dalam Perka LKPP No. 18 Tahun 2012 Tentang E-Tendering.jelasnya.(Amir)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>