Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dampak Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di Tebingtinggi Naik 50 Persen

Dampak Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di Tebingtinggi Naik 50 Persen

ONGKOS NAIK “Kenaikan harga BBM oleh pemerintah memaksa supir angkutan dalam kota Tebingtinggi Bersejarah (TTB) T16 jurusan Terminal Bandar Kajum- Dalam Kota menaikkan ongkos angkutan kota (angkot)”.
ONGKOS NAIK “Kenaikan harga BBM oleh pemerintah memaksa supir angkutan dalam kota Tebingtinggi Bersejarah (TTB) T16 jurusan Terminal Bandar Kajum- Dalam Kota menaikkan ongkos angkutan kota (angkot)”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) umum jenis premium dan solar di wilayah Kota Tebingtinggi turut mempengaruhi kenaikan ongkos tarif angkutan kota (angkot) mencapai 50 % meski belum ada kesepakatan bersama antara Dinas Perhubungan dengan organisasi angkutan umum di Kota Tebingtinggi, Rabu (19/11).

Kenaikan yang mencapai 50 persen itu dinilai melebihi batas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan yaitu sebesar 10 persen. Seperti ongkos angkutan dalam kota Tebingtinggi tarif untuk pelajar biasanya Rp 2.000 menjadi Rp 3.000, sedangkan untuk penumpang umum dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 perorang.

Padahal kenaikan tarif ongkos dalam kota ini belum mendapat persetujuan dari pihak Dinas Perhubungan dan DPC Organda Kota Tebingtinggi, para supir mengaku terpaksa menaikan tarif ongkos untuk menutupi biaya pembelian bahan bakar seperti premium yang membengkak.

Poniman (56) supir angkutan kota (angkot) Tebingtinggi Bersejarah (TTB) mengaku terpaksa menaikan tarif ongkos untuk para pelajar dan penumpang umum, apabila tidak dinaikan, maka angkot tidak bisa berjalan karena bahan bakar tidak terbeli.

Diakuinya, ada penumpang yang merasa komplain tentang kenaikan tarif ongkos dan ada juga yang menyadari bahwa kenaikan harga BBM pasti akan berimbas pada kenaikan tarif ongkos angkot. “Mulai kemarin kami sepakat sesama sopir menaikan tarif ongkos Rp 1.000 untuk penumpang pelajar dan umum,” terang Poniman.

Sementara itu, Sari (14) pelajar SMP Negeri 9 Kota Tebingtinggi merasa keberatan dengan kenaikan tarif ongkos angkot, dirinya mengaku sekali berangkat dan pulang kerumah harus mengeuarkan biaya Rp 6.000, sementara uang yang diberikan orang tua sebagai uang jajan dan ongkos hanya Rp 10.000. “Kecewa pak, ongkosnya naik banyak kali, kalau Rp 500 wajar, ini malah Rp 1000, kami kan anak sekolah,” jelas Sari.

Masyarakat Tebingtinggi masih menunggu kebijakan pemerintah kota agar segera menggelar rapat antar instansi dalam menetapkan besaran kenaikan ongkos angkos pasca kenaikan harga BBM beberapa hari lalu. (Hans)

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya didampingi Ketua GOPTKI Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya, Ka Kwarcab Pramuka Sergai Drs. Jhoni Walker Manik, MM tengah menyematkan tanda peserta pada pembukaan LT III Kwarcab Sergai Tahun 2017 yang berlokasi di Objek Wisata Pantai Cemara Kembar Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan, Sabtu, (25/3).

Pembukaan Lomba Tingkat III Kwarcab Pramuka Sergai Tahun 2017

-Pramuka Harus Miliki Prinsip Dasar Kemampuan dan Kepemimpinan Sergai, sidaknews.com – Wakil Bupati Serdang Bedagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>