Kamis , 25 Mei 2017
Home » Kepri » Anambas » Dampak Pembangunan Stadiun Tanjung Momomg Air Laut Berubah Menjadi kuning dan Keruh

Dampak Pembangunan Stadiun Tanjung Momomg Air Laut Berubah Menjadi kuning dan Keruh

Dampak dari pembangunan stadiun Momong Air laut berubah menjadi kuning
Dampak dari pembangunan stadiun Momong Tarempa. Air laut berubah menjadi kuning.

Anambas, Sidaknews.com – Dampak dari Penimbunan Stadiun Tanjung Momong di Kabupaten Kepulauan Anambas terimbas kepada para Nelayan, air laut pun berubah menjadi kuning dan keruh. sehingga mata pencaharian nelayan bakal terancam.

Penimbunan Stadiun Tanjung Momong di Kabupaten Kepulauan Anambas diduga belum punya Amdal, Proyek tersebut dengan sistim Multiyears menelan anggaran Rp 37.162.532.000,-.sumber dana dari APBD KAbupaten Anambas Tahun 2014-2015.

Proyek pekerjaan Peningkatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Olahraga, Perkerjaan Penimbunan Stadiun Tanjung Momong yang dikerjakan oleh PT.Alam Beringin Mas dengan nomor kontrak 03.MY/SP/PPK/BPMSTM/DDKPO/10/2014 dan Kunsultan CV.Griya, masa pelaksanaan 390 hari kalender.

Menurut Sekjen Lsm ICTI-Ngo Kepri (Investigation Corruption Transparan Independen) Eko Prasetia mengatakan, seharusnya pihak dinas Pekerjaan Umum (PU) Anambas memanggil pihak kontraktor terkait dampak yang ditimbulkan.

Sebab, kami mendunga dimana pihak kontraktor belum menyelesaikan admintrasi terkait amdalnya. Padahal sebelum diadakan pembangunan seharusnya amdal dulu yang harus diselesaikan. Ungkap eko.

Juga Dewan Anambas harus berani memanggil dinas PU dan Rekanan, sebab menyangkut dengan keluhan para nelayan.

Saat media ini mendatangi lokasi proyek pekerjaan penimbunan Stadiun, tidak ada pun satu manusia yang bisa dikomfirmasi di lapangan. Sementara impormasi yang diterima media ini, bahwa proyek tersebut belum ada memiliki amdal.

Sementra kegiatan pekerjaan pembangunan Stadiun menjadi buah bibir dan kontrversi bagi masyarakat tarempa khususnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Rohadi ketua Lsm Pencinta alam laut Anambas Bahari (Palab) Sangat disayangkan pembangunan Stadiun di Tanjung Momong yang berdampak langsung pada habitat dan merusak terumbu karang yang ada disekitarnya.

Sementara dinas pariwisata sudah mengetahuinya, bahwa lokasi tersebut rawan dan berdampak menimbulkan erosi, apalagi pada musim hujan bisa merusak ekosistem pada terumbu karang maupun pada speces ikan dan makhluk lainnya yang ada di laut Tarempa dan sekitarnya.Ungkap Rohadi.

Masih menurutnya,silakan membangun proyek tersebut, tapi tolong pikirkan juga dampak lingkungan yang ada disekitar kawasan tersebut, apalagi daerah tersebut adalah suatu daerah konservasi terumbu karang yang tidak jauh dengan perkerjaan Stadiun.

Ketika media mengkomformasi salah seorang warga Nelayan Tarempa, Angau mengatakan, atas adanya proyek pembangunan Stadiun tersebut sangat kecewa dengan dinas terkait, sebab, tidak memikirkan nasib para nelayan.

Dan lokasi itu sering kita gunakan untuk memancing ikan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sekarang ikan yang kita harapkan sudah pada tidak ada lagi. tuturnya.

Tanggapan masyarakat Tarempa, mengharapkan dinas terkait harus mencari selusi sebelum terlambat adanya air yang keruh, dikarenakan tebalnya air tanah yang hanyut terbawa ombak di jeti yang ditimbun oleh pihak PT. Alam Beringin Mas.(TIM)

 

 

 

 

 

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *