Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dana JPL Sebanyak 59 IUP Yang Dikeluarkan Oleh Daria Bupati Lingga Dipertanyakan

Dana JPL Sebanyak 59 IUP Yang Dikeluarkan Oleh Daria Bupati Lingga Dipertanyakan

Keterangan Foto: Bupati Kab.Lingga Drs.H.Daria.
Keterangan Foto: Bupati Kab.Lingga Drs.H.Daria.

LINGGA,Sidaknews.com – Ratusan miliar lebih Dana Jaminan Pemeliharaan Lingkungan (DJPL) dari sebanyak 59 Izin Usaha Penambangan (IUP) yang dikeluarkan oleh H. Daria Bupati Kabupaten Lingga hingga berita ini dimediakan, banyak dipertanyakan oleh berbagai pihak.

Sebagaimana dikemukakan oleh H.Musfar salah-seorang tokoh masyarakat Daek baru-baru ini ditempat tinggalnya menjawab Wartawan menurut Musfar, jika satu perusahaan menyetor dana JPL sebesar Rp.2 Miliar dikalikan dengan 59 perusahaan yang dikeluarkan IUP nya oleh Bupati Kab. Lingga Daria.

“Diperkirakan Dana JPS yang mengendap di Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Lingga sebesar Rp.118 Miliar dan dana tersebut tentu belum termasuk bunga yang diterima dari penyimpanan uang yang dilakukan kata Musfar”.

Sementara hampir dua periode Daria selaku Bupati Kab. Lingga memipin, apa yang terlihat dari fisik bangunan yang dibuat, apa saja sarana prasarana penopang yang telah direalisasikan, kesemuanya bisa dihitung dengan jari, jikapun ada terlihat beberapa proyek pembangunan, kesemuanya merupakan Proyek APBD Provinsi maupun Proyek APBD pemerintah Pusat jelas Musfar.

“Kenapa Dana JPL dipertanyakan”, mengingat dari semua lokasi tempat usaha penambangan yang dikeluarkan IUP nya oleh Daria yang sebentar lagi akan hengkang dari jabatan selaku orang nomor satu di Lingga, sampai saat ini tidak ada dilakukan perawatan lingkungannya, lahan usaha penambangan diberbagai tempat rusak, hutan gundul, bahkan yang lebih parahnya lagi ada areal paska penambangan yang menjadi danau ditengah perkampungan dengan kedalaman hampir puluhan meter ujar Musfar.

Dana yang disetor oleh Perusahaan Tambang melalui dana JPL jelas merupakan anggaran yang wajib dikeluarkan untuk pemeliharaan lingkungan, dengan memanan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan guna melestarikan kembali lokasi areal paska penambangan.

Kepada Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ), bila perlu Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sangat dihimbau untuk turun ke Kabupaten Lingga Provinsi Kepri, guna melakukan pengecekan atas isu yang berkembang, tidak dimanfaatkannya Dana JPL oleh Bupati kabupaten Lingga melalui Dinas Pertambangan yang ada, bahkan yang lebih parahnya lagi rumor yang beredar, Dana JPL dibagi-bagi oleh Bupati Kab. Lingga untuk memperkaya kroni-kroni yang dianggap loyal terhadap dirinya selaku Bupati.

“Selaku warga Daek, dirinya ( Musfar-Red ) tidak ada merasa kemajuan yang berarti dari hampir dua periode dari memimpin, Kabupaten Lingga dengan Pusat Ibukota Daek, kemajuan pembangunan kotanya jika dibandingkan dengan Kabupaten Lain jelas sangat jauh tertinggal, jika boleh dikatakan Daek Pusat ibukota Kabupaten Lingga levelnya tidak jauh seperti Kecamatan kebanyakan ujar Musfar”.

Selaku putra Daerah, dirinya ( Musfar-Red ) tidak ada masalah dengan siapapun, sepanjang mereka-mereka yang berdomisili dan bertempat tinggal di Kabupaten Lingga punya niat tulus memajukan Kabupaten, begitu juga dengan pemimpinnya, tapi jika siapapun orangnya yang hanya bisa mengeruk SDA Lingga, tidak adanya transparan dalam berbagai anggaran dan hanya mementingkan kebutuhan pribadi, alangkah lebih baik keluar dari Kabupaten Lingga, jangan masyarakat Kami dibodoh-bodohi ucap Musfar kesal. (UDO/TIM Red)

Check Also

Makjang…!!!, Gegara Dibakar Api Cemburu, Seorang Perempuan Dianiaya di Dalam Kios

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Seorang Wanita berinisial SB alias I (22) warga Pijorkoling kecamatan psp tenggara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *