Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dana Koni natuna 2011 “Diduga” Tidak Transparan

Dana Koni natuna 2011 “Diduga” Tidak Transparan

Darmansyah.Ketua harian I Koni Natuna
Darmansyah.Ketua harian I Koni Natuna

Tanjungpinang,sidaknews.com– Kasus Dugaan Korupsi pada dana Koni Tahun 2011 kabupaten Natuna senilai Rp.8.538.000.000,00,- tampaknya tidak jelas kemana saja anggaran tersebut diperuntukkan.

LSM ICTI-Ngo Investigation Coruuption Transparan Independen Kepulauan Riau akan melaporkan kasus ini kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, pada minggu depan, hal ini disampaikan oleh Kuncus Ketua LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau kepada Media ini di ruang kerjanya 30/06.

Menyikapi permasalahan soal kasus dugaan Korupsi pada kegiatan Koni tahun 2011 yang lalu, dimana penggunaan anggaran tersebut masih diragukan, sebab, ketidak transparannya pihak pengurus koni Natuna terhadap penggunaan anggaran, hal ini sesuai dengan surat Wawancara yang kita sampaikan kepada pihak Koni kabupaten Natuna

Menurut Kuncus, kami dari LSM ICTI-Ngo kepri sudah menyurati pihak koni kabupaten Natuna pada bulan Nopember 2012 yang lalu, hingga saat ini belum ada jawaban atau klarifikasi yang kami terima, menyikapi kasus dugaan korupsi ini kita tetap laporkan kepada pihak penengak hukum, ada pun Nomor surat yang kami layangkan kepada pihak Koni kabupaten Natuna dengan nomor:017/LSM- ICTI/Kepri-III/12 tentang  prihal Wawancara Khusus “kasus Dugaan Korupsi” pada dana Koni tahun anggaran 2011 senilai Rp.8.538.000.000,00,-

Sesuai dengan hasil Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ICTI-NGO) Investigation Coruuption Transparan Independen, Non Government Organization Provinsi Kepulauan Riau dilapangan, pada penggunaan Anggaran Koni kabupaaten Natuna tahun 2011, banyak hal kejanggalan pada temuan kami, yang mengarah pada “Dugaan” Tindak pidana korupsi, sesuai dengan data yang kami peroleh dari berbagai sumber yang layak dipercaya, maka kami minta hal klarivikasi, juga didukung oleh Peraturan Bupati Kabupaten Natuna Nomor 26 Tahun 2011, Tentang Tata cara pengganggaran pelaksanaan dan pertanggungjawaban dana Hibah, dan bantuan Sosial.

Materi tujuan Program Penggunaan kegiatan Koni untuk tahun 2011, adalah untuk menggerakkan dan menghidupkan Cabang-cabang Olahraga baik yang berskala nasional dan Tradisional di daerah-daerah, sehingga daerah pun tetap bisa melaksanakan kegiatan tersebut, seperti pada pertandingan atau Event secara Nasional, dan Event  di Tingkat Provinsi, juga di daerah.

Sub materi dari permasalahan di atas, sesuai dengan hasil Penelusuran dan Investigasi kami di lapangan, bahwa penggunaan dan peruntukan dana Koni kabupaten untuk tahun anggaran 2011, dinilai tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Berdasarkan data yang kami peroleh dari Badan keuangan kabupaten Natuna, untuk Anggaran Koni untuk tahun 2011, adalah sebesar Rp.6.850.000.000,00,- Untuk Pertina (Persatuan tinju Amatir Indonesia) sebesar Rp.588.000.000,00,- dan ada juga dana untuk bantuan Koni kabupaten Natuna sebesar Rp.1.100.000.000,00,-

Berdasarkan hasil komfirmasi kami kepada saudara Darmansyah ketua Harian I (satu) mengatakan bahwa dana yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Natuna hanya sebesar Rp.5.000.000.000,00,-

Menurut Impormasi yang kami peroleh, untuk setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, bahwa per saalutu kecamatan hanya mendapatkan dana bantuan koni sebanyak Rp.30.000.000,00, jika kita menghitung dana koni yang tersalur untuk 12 Kecamatan, maka dana tersebut hanya terpakai sebesar Rp.360 juta.

Menurut keterangan Darmansyah ketua Harian I kepada LSM ICTI-Ngo Kepri, mengatakan, bahwa kegiatan tahun 2011 adalah untuk persiapan Porda tahun 2014.

kuncus mempridiksi, bahwa hal ini bisa kita terima, Namun soal Dana kegiatan tersebut sangat mustahil, didalam Undang-undang, aturan apa pun tidak dibenarkan, sekarang kemana anggaran tersebut?

Dari hal diatas, beberapa materi yang kami sampaikan kepada pihak Koni kabupaten Natuna, hingga saat ini belum terjawab, tutur Eko Prasetia kepada Sidak Indonesia, yang kita heranknurutan, pada kegiatan Pertina anggaran bisa dicairkan padahal kegiatan tidak ada dilaksanakan, sementara pada proses pencairan anggaran cukup disetujui oleh pengurus Koni, “disinyalir” ada juga kegiatan lain yang sama dengan kasus ini.

Sikap dan arogansi Darmansyah ketua pengurus harian 1 koni kabupaten natuna terhadap masalah ini, tampaknya tidak perduli dan cuet saja, sebab, wawancara yang kita sampaikan tidak ada tanggapan dari pengurus, hal ini disampaikan oleh Kuncus Ketua Umum LSM ICTI-NGO Kepulauan riau, namun hal tidak mempersoalkan dijawab atau tidak dijawabnya wawancara yang kita sudah sampaikan sama pihak koni kabupaten Natuna.ujarnya

Dalam waktu dengan ini kita juga akan melaporkan kasus ini kepada pihak Kajati Kepulauan Riau, biar lebih jelas, dan terang benderang pokok permasalahan penggunaan anggaran dana Koni tahun 2011, sebab, hingga sampai saat ini belum terjawab surat Lsm ICTI –Ngo oleh pengurus Koni kabupaten Natuna. ungkap Eko. (Redaksi)  

 

 

 

Check Also

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memberikan pidato dalam penutupan Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, sabtu (25/3).

Presiden Tutup Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

Mandailing Natal, sidaknews.com – Usai melakukan peresmian pembangunan asrama haji Mandailing Natal (Madina). Presiden RI, Ir …

3 comments

  1. Saya adalah pengurus pengcab pssi kab natuna,setahu saya selama KONI kab natuna blm pernah melakukan raker mengenai pembahasan pengajuan anggaran,setahu saya semua cabang olahraga yg ada di Kab Natuna adalah dibawah naungan KONI kab natuna.namun anggaran yg dikucurkan ke KONI setiap tahunnya tetap terealisasi yg tidak pernah kurang dari1milyar bahkan pernah mencapai sampai 6 milyar lebih,namun kami dari pengurus cabang olahraga yg ada di Kab Natuna tidak pernah mendapatkan bantuan anggaran sesuai kebutuhan yg diinginkan,contohnya kami dari cabang sepak bola tidak bs membuat program yg bersifat pembinaan krn tidak ada anggaran dan kami hanya baru bs melakukan kompetisi baru satu ksli pada tahun 2012 dg bantuan anggaran dari koni sebesar 150 jt,untuk tahun 2013 koni berjanji untuk membantu anggaran 300 jt,namun kenyataannya sampai saat anggaran yg kami tunggu tidak kunjung terealisasi,padahal pada tahun 2013 koni kab nztuna udah mendapat kucuran anggaran 1,4 milyar,informasi terakhir yg sy dapat setiap pengcab hy mendapat bantuan pada 2013 hy7jt rupiah,sy harapbagi lsm yg ingin mengusut permasalahan,dan pihak hukum yg ikut serta,tidak mengambil kesempatan dlm kasus ini,khususnya pihak kejaksaan dan kepolisian sy harap betul 2 bisa menuntaskan masalah ini agar olahraga di kab natuna bs berkembang demikianlah harapan sy sbg pelaku olahraga,mengingat banyak sekali kasus2 di natuna tidak ketika sudah mencapsi ke pihak yg berwenang trimaksh !

    • Salam Redaksi. Terimaksih atas Impormasi yang Saudara kirim kepada Kami, kita lagi mengali dari pengurus cabang olagraga lainnya. klo bisa Saudara mencari orang atau pengurus lainnya, kami sangat siap menerima saran dan Inpormasi. maaf. klo boleh tau dengan siapa, dan Nomor telp yang bisa kami hubungi. terimakasih. Ttd. Kuncus

      • Tagkap dan penjarakan, jika memang terbukti ada dugaan memakukan tindak pidana korupsi, tidak ada toleransi bagi pelaku koruptor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>