Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dapat Jatah APBD Tertinggi, Ternyata Disdikpora Karawang Belum Mampu Tuntaskan Buta Aksara

Dapat Jatah APBD Tertinggi, Ternyata Disdikpora Karawang Belum Mampu Tuntaskan Buta Aksara

Ilustrasi: Buta Aksara
Ilustrasi: Buta Aksara.

KARAWANG,sidaknews.com – Kabupaten Karawang, belum bisa terbebas dari buta aksara. Padahal, sebelumnya pemkab setempat mempunyai target jika kasus buta aksara harus tuntas 2013 lalu. Tapi, kenyataannya hingga saat ini pemerintah belum mampu menuntaskan warga buta aksara.

Padahal alokasi APBD Karawang hampir setengahnya dialokasikan untuk dunia pendidikan di Karawang.

Usut punya usut, ternyata salah satu persoalan yang menyebabkan belum tuntasnya buta aksara ini, lantaran terjadinya perbedaan data yang dimiliki Pemkab Karawang dengan yang ada di badan pusat statistik (BPS) setempat. Dengan kondisi tersebut, pemerintah setempat belum bisa melakukan upaya apapun.

Kepala Bidang Pendidikan Informal dan Nonformal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang, Amid Mulyana mengungkapkan, data warga penyandang buta aksara yang ada di pemkab, jumlahnya sekitar 20 ribu jiwa lagi. Jumlah tersebut, jauh berbeda dengan data yang ada di BPS. Yakni, mencapai 70 ribu jiwa lagi.

“Karena datanya masih timpang, pemerintah belum bisa melakukan upaya apapun,” ujar Amid belum lama ini di ruang kerjanya.

Amid mengaku, dengan kondisi itu, pada 2014 ini pemkab belum bisa alokasikan anggaran untuk program penuntasan buta aksara. Sebab pemkab terlebih dahulu ingin ada data riil mengenai jumlah warga yang masuk dalam kategori buta aksara ini.

“Kalau datanya sudah valid, maka bisa terlihat berapa anggaran yang dibutuhkan untuk penuntasan buta aksara ini,” kata dia. Untuk itu, di awal 2014 lalu Disdikpora bersama Bappeda setempat melakukan pendataan sendiri. Supaya jumlah pasti warga buta aksara bisa terlihat. Nantinya, data tersebut harus berdasarkan by name by address.“Pola tersebut, untuk menghindari data ganda,” katanya.

Dia menambahkan, untuk menuntaskan buta aksara ini dibutuhkan anggaran yang besar.Sebab, warga yang buta aksara harus mengikuti pendidikan khusus. Sehingga, aktivitas mereka untuk usaha akan terganggu. Makanya, pemkab menyediakan
anggaran untuk pengganti sebagian dari hasil usaha yang hilang tersebut.

“Akan tetapi, karena tahun ini belum ada data pasti, pemkab tidak mengalokasikan anggaran untuk buta aksara. Meski demikian, kami targetkan buta aksara ini akan tuntas pada 2015 mendatang,” pungkasnya.(ega)

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>