Home » Daerah » Aceh » Dari Dulu Persoalan Gubernur Aceh Mereduksi Kewenangan Wagub

Dari Dulu Persoalan Gubernur Aceh Mereduksi Kewenangan Wagub

Kanan - Muzakir Reza Pahlevi Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh ( BP2A ) ( Foto, Dok, Pribadi )
Kanan – Muzakir Reza Pahlevi Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh ( BP2A ) ( Foto, Dok, Pribadi )

BANDA ACEH,Sidaknews.com – Saat ini banyak teman – teman aktivis maupun tokoh politik Aceh berbicara tentang kewenanangan Wagub H. Muzakir Manaf yang tidak diberikan kewenangan oleh Gubernur.

Hal wewenang Wagub bukan hanya saat ini terjadi, tapi sudah sejak lama, semenjak setahun Pemerintahan Zikir, urai muzakir Reza Pahlevi Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh ( BP2A ) dalam rilisnya kepada penulis melalui email, Selasa ( 11/11/2014 ).

Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh (BP2A) itu menyatakan, kami menilai dari dulu memang wewenang Wakil Gubernur Aceh sangat kecil, malahan tidak ada peran – peran yang strategis yang diberikan oleh Gubernur Aceh kepadanya,

Kita juga harus mampu membaa pernyataan – pernyataan Gubernur di muka umum, bahwa tidak ada 2 (dua) komando di Aceh, tapi hanya ada 1 (satu) komanda, penyataan ini bukan sekali di ucapkan oleh Gubernur Aceh, malahan beberapa kali, pernyataan ini membuktikan bahwa Doto Zaini berkerja sendiri dan tidak mau melibatkan Wakilnya yaitu H. Muzakir Manaf, jelas Muzakir.

Kami sudah dari kemaren – kemaren menyerukan kepada masyarakat Aceh dan para aktivif kampus maupun para politikus Aceh untuk melihat kondisi ini, namun banyak yang mengira analisa kami tidak benar, malahan aksi kami dinilai terlalu politik, makanya kami turun ke jalan untuk mendesak Doto Zaini mundur dari Gubernur Aceh karna tidak bisa menjalankan roda Pemerintahan Aceh yang bagus, tambah Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh (BP2A) tersebut.

Kenapa? Doto Zainal tidak memberikan wewenang kepada H. Muzakir Manaf? Karna Gubernur Doto Zaini lebih mempercayai kolega – kolenganya atau pembisik di sekitarnya. Malahan Doto Zaini sedang menjalankan roda Pemerintahan Aceh secara Dinasti alias secara keluarga, banyak pejabat di Pemerintaha Aceh itu keluarga Doto Zaini, tegas Muzakir.

Kalau ini terus terjadi, maka Aceh akan hancur dan secara fisik Doto Zaini tidak mampu lagi menjalankan Roda Pemerintahan Aceh, hanya satu kata Gubernur Aceh Doto Zaini Harus segera mundur dari jabatannya, tutup Muzakir Reza Pahlevi Koordinator : Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh ( BP2A ) dalam rilisnya kepada penulis di media ini. (Tarmizi /Hasbi)

Check Also

Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno,MM tengah menerima hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/1). 

Tingkatkan Pelayanan Publik, Sergai Targetkan Zona Hijau Tahun 2017

Sergai, sidaknews.com – Dewasa ini pelayanan publik menjadi semakin penting karena senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>