Home » Berita Foto » Darmansyah “Bungkam” Soal Dana Koni natuna 2011

Darmansyah “Bungkam” Soal Dana Koni natuna 2011

Darmansyah Ketua Harian I Koni Natuna
Darmansyah Ketua Harian I Koni Natuna

Tanjungpinang,sidaknews.com–Darmansyah Ketua Harian Satu Koni Kabupaten Natuna Bungkam soal jumlah anggaran dana koni tahun 2011, menurutnya, bahwa anggaran Koni saat itu hanya sebesar Rp.5 miliar, padahal anggaran yang dikucurkan lebih kurang sekitar 7 miliar lebih.

Tampaknya tidak jelas kemana saja anggaran tersebut diperuntukkan, Kuncus Ketua Umum LSM ICTI-Ngo Investigation Coruuption Transparan Independen Kepulauan Riau, sangat menyayangkan sikap Darmansyah, yang menyatakan bahwa anggaran tersebut hanya 5 miliar rupiah.

Dari data yang kita peroleh dari keuangan, semua anggaran kegiatan koni tahun 2011 dicairkan, namun pelaksanaan kegiatannya ada yang tidak jelas seperti pada kegiatan di pertina.

Menyikapi permasalahan soal kasus dugaan Korupsi pada kegiatan Koni tahun 2011 yang lalu, dimana penggunaan anggaran tersebut masih diragukan, sebab, ketidak transparannya pihak pengurus koni Natuna terhadap penggunaan anggaran, hal ini sesuai dengan surat Wawancara yang kita sampaikan kepada pihak Koni kabupaten Natuna yang hingga kini belum terjawab.

Menurut Kuncus, kita sudah menyurati pihak koni kabupaten Natuna pada bulan Nopember 2012 yang lalu, hingga saat ini belum ada jawaban atau klarifikasi yang kami terima, menyikapi kasus dugaan korupsi ini kita tetap laporkan kepada pihak penengak hukum, ada pun Nomor surat yang kami layangkan kepada pihak Koni kabupaten Natuna dengan nomor:017/LSM- ICTI/Kepri-III/12 tentang  prihal Wawancara Khusus “kasus Dugaan Korupsi” pada dana Koni tahun anggaran 2011.

Sesuai dengan hasil Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ICTI-NGO) Investigation Coruuption Transparan Independen, Non Government Organization Provinsi Kepulauan Riau dilapangan, pada penggunaan Anggaran Koni kabupaaten Natuna tahun 2011, banyak hal kejanggalan pada temuan kami, yang mengarah pada “Dugaan” Tindak pidana korupsi, sesuai dengan data yang kami peroleh dari berbagai sumber yang layak dipercaya, maka kami minta hal klarivikasi, juga didukung oleh Peraturan Bupati Kabupaten Natuna Nomor 26 Tahun 2011, Tentang Tata cara pengganggaran pelaksanaan dan pertanggungjawaban dana Hibah, dan bantuan Sosial.

Materi tujuan Program Penggunaan kegiatan Koni untuk tahun 2011, adalah untuk menggerakkan dan menghidupkan Cabang-cabang Olahraga baik yang berskala nasional dan Tradisional di daerah-daerah, sehingga daerah pun tetap bisa melaksanakan kegiatan tersebut, seperti pada pertandingan atau Event secara Nasional, dan Event  di Tingkat Provinsi, juga di daerah.

Sub materi dari permasalahan di atas, sesuai dengan hasil Penelusuran dan Investigasi kami di lapangan, bahwa penggunaan dan peruntukan dana Koni kabupaten untuk tahun anggaran 2011, dinilai tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Berdasarkan data yang kami peroleh dari Badan keuangan kabupaten Natuna, untuk Anggaran Koni untuk tahun 2011, adalah sebesar Rp.6.850.000.000,00,- Untuk Pertina (Persatuan tinju Amatir Indonesia) sebesar Rp.588.000.000,00,- total keseluruhan adalah sebesar Rp.7.438.000.000,00,-

Berdasarkan hasil komfirmasi kami kepada saudara Darmansyah ketua Harian I (satu) mengatakan bahwa dana yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Natuna hanya sebesar Rp.5.000.000.000,00,-

Menurut Impormasi yang kami peroleh, untuk setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, bahwa per satu kecamatan hanya mendapatkan dana bantuan koni sebanyak Rp.30.000.000,00, jika kita menghitung dana koni yang tersalur untuk 12 Kecamatan, maka dana tersebut hanya terpakai sebesar Rp.360 juta.

Menurut keterangan Darmansyah ketua Harian I kepada LSM ICTI-Ngo Kepri, mengatakan, bahwa kegiatan tahun 2011 adalah untuk persiapan Porda tahun 2014. kuncus mempridiksi, bahwa hal ini bisa kita terima, Namun soal Dana kegiatan tersebut sangat mustahil, didalam Undang-undang, aturan apa pun tidak dibenarkan, sekarang kemana anggaran tersebut?

Dari hal diatas, beberapa materi yang kami sampaikan kepada pihak Koni kabupaten Natuna, hingga saat ini belum terjawab, tutur Eko Prasetia kepada Sidak Indonesia, yang kita herankan, pada kegiatan Pertina anggaran bisa dicairkan padahal kegiatan tidak ada dilaksanakan, sementara pada proses pencairan anggaran cukup disetujui oleh pengurus Koni, “disinyalir” bahwa kegiatan ini ada penyimpangan anggaran yang tidak transparan.

Sikap dan arogansi Darmansyah ketua pengurus harian 1 koni kabupaten natuna terhadap masalah ini, tampaknya tidak perduli dan cuet saja, sebab, wawancara yang kita sampaikan tidak ada tanggapan dari pengurus, hal ini disampaikan oleh Kuncus Ketua Umum LSM ICTI-NGO Kepulauan riau, namun hal tidak mempersoalkan dijawab atau tidak dijawabnya wawancara yang kita sudah sampaikan sama pihak koni kabupaten Natuna.ujarnya

Dalam waktu dengan ini kita juga akan melaporkan kasus ini kepada pihak Kajati Kepulauan Riau, biar lebih jelas, dan terang benderang pokok permasalahan penggunaan anggaran dana Koni tahun 2011, tutur Eko.(Tim Redaksi)  

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>