Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dedi Mulyadi: Mahasiswa dan Perguruan Tinggi harus menjadi bagian dari akar kebudayaan

Dedi Mulyadi: Mahasiswa dan Perguruan Tinggi harus menjadi bagian dari akar kebudayaan

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi,SH.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi,SH.

PURWAKARTA,sidaknews.com – banyak orang yang mengidentifikasi kebudayan, akan tetapi banyak yang memahami kebudayaan itu adalah seni tarian, sastra, teatrikal, padahal itu adalah penyempitan dari makna kebudayaan, karena kebudayaan itu lahir dari dua hal pertama budi dan yang kedua dari daya.

Salah satu uraian yang dipaparkan oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi,SH., dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Ilmu Komputer (UNIKOM). Selasa (9/9) di Gor Citra Kota Bandung.

dihadapan mahasiswa baru tersebut, Dedi menjelaskan arti makna Budaya sesungguhnya, yang masih sebagian orang memahaminya sebagai seni.

“budi adalah hati kita rasa yang dimiliki oleh manusia daya adalah akal, melahirkan kreatifitas buday adalah kekuatan ekspresi manusia hasil dialog pemikiran dan perasaan yang menjadi karya manusia, bicara kebudayaan bukan seni saja kebudayann produk kemanusian, sehingga pemahaman saya seorang ahli teknik dia adalah budayawan pemahaman kebudayan adalah pemahaman nilai yang bisa menjadi daya dukung bagi kesejahteran masyarakat.”. ujarnya.

selain itu Dedi pun memotivasi para mahasiswa bahwa bangsa indonesia itu sejajar dengan bangsa lainnya, karena memiliki potensi yang tidak dimiliki bangsa lain, sehingga perlu diberikan pemahaman akan pentingnya mahasiswa sebagai calon enterpreaneur.

“banyak orang berkuliah harus berawal dari potensi yang dimiliki bangsa ini harus berawal dari potensi kebudayaannya, kalau anda tidak bisa memahami seluruh potensi sumber daya bangsa kita perguruan tinggi tidak memberikan pemahaman potensi lingkungannya maka yang dihasilkan perguruan tinggi bukan orang – orang budaya bukan orang ahli pengembangan, tapi hanya akan menjadi antrian pengangguran yang antri untuk giliran bekerja.”, tegasnya.

Dedi pun mengungkapkan dimana sekarang ini indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat dibidang industri, akan tetapi tidak didukung dengan perubahan perilaku manusianya, maka kedepan bangsa akan mengalami kebangkrutan.

“kalau tidak berubah industri hanya akan menjadi kekuatan eksploitasi yang berdampak pada ekonomi dan ini menjadi problem bagi kita semua sehingga kedepan mahasiswa dan perguruan tinggi dituntut terus mengembangkan teknologi tepat guna untuk membangun energi pada lingkungan agar seluruh energi dan lingkungan kita menjadi kekuatan ekonomi sehingga ada efesiensi.”, tuturnya.

Dedi juga mengingatkan kepada mahasiswa, untuk terus mengembangkan potensinya dan membangun kembali karakter dan jati diri, karena menurutnya dari sanalah muncul akar kebudayan yang kuat.

” mahasiswa harus mampu menunjukan eksistensinya terutama dalam mengembangkan karakter bangsa kita, kita tidak boleh lupa bahwa orang tua kita dahulu mengajarkan pada diri kita sebuah nilai pendidikan yang sangat baik, yang mampu menjaga alam, mengajarkan cara bertani, cara menenun dan lainnya, itu adalah bagian dari akar kebudayaan bangsa kita, yang dimana kita ini sebenarnya kaya, kaya akan bahasa, kaya akan sumber dayanya, kaya akan seninya, kaya akan makanannya dan dari sanalah kita sejajar dan setara dengan bangsa lainnya, karena mereka tidak memiliki apa yang kita punya.”, ungkapnya.(ega)

 

 

 

 

 

 

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>