Home » Berita Foto » Dedi Mulyadi:Kebudayaan pilar ketahanan nasional

Dedi Mulyadi:Kebudayaan pilar ketahanan nasional

Bupati Purwakarta,H.Dedi Mulyadi,SH., sarasehan wayang dan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh komunitas wayang Universitas Indonesia UI Kamis 259 di Balairung UI Depok
Bupati Purwakarta,H.Dedi Mulyadi,SH. Pada sarasehan wayang dan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh komunitas wayang Universitas Indonesia UI Kamis 25/9 di Balairung UI Depok.

PURWAKARTA,sidaknews.com – Ketahanan bangsa yang paling akhir dan yang membentengi bangsa ini bukanlah pesawat tempur dan alutista lainnya, melainkan BUDAYA lah sebagai benteng terakhir NKRI, sehingga perlu adanya pemahaman kebudayaan terutama bagi generasi muda bahwa kebudayaan merupakan benteng paling kuat dalam mempertahankan bangsa.

Demikian yang disampaikan oleh Bupati Purwakarta,H.Dedi Mulyadi,SH., sarasehan wayang dan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh komunitas wayang Universitas Indonesia (UI). Kamis (25/9) di Balairung UI Depok.

Dedi menjelaskan bahwa kebudayaan sangatlah penting bagi ketahanan negara karena menurutnya salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan bangsa.

“Banyak yang bicara ketahanan nasional itu hanya melihat dari senjata,pesawat yang canggih, seberapa banyak jumlah personel,tapi tidak melihat dari kebudayaan, karena dalam kebudayaan lahir ketahanan pangan,ketahanan etika dan ketahanan ekonomi yang itu sebenarnya membuat bangsa kita utuh dan kuat.”, tegasnya.

Selain itu menurut Dedi bahwa Kebudayaan mencerminkan originalitas nilai kebangsaan,termasuk wayang yang memiliki nilai internalisasi dalam kebenaran dan kesalahan.

“Originalitas itulah yang membuat ketahanan nasional karena karakter masyarakat yang terbentuk didalamnya termasuk wayang yang memiliki nilai internalisasi dan simbol keseharian kehidupan masyarakat bentuk internalisasi nilai itu ada simbolisasi kebenaran dan kesalahan yang tentu hari ini tidak mutlak dan wayang bisa menyimbolkannya.”, tuturnya.

Dedi pun mengutip salah satu rangkaian syair dalam lakon wayang, yaitu gedung duwur kali sambung pepetetan samian murag,balimbing lan jeruk manis, dimana menurutnya bahwa Keabadian masyarakat sangat trgantung pada gunung atau alamnya.

“jika dalam lakon wayang Gunungan mulai dicabut, disitulah dimulai peperangan,maka dari situlah saya membuat konsep kepemimpinan dimana pemimpin harus mampu menjaga alamnya,tidak merusak alam karena kuatnya alam mencerminkan kondisi masyarakatnya yang berimbas pada ketahanan nasional dan kepemimpinan.”,tuturnya.

Selain itu Dedi pun berharap agar kampus bisa menjadi inspirasi bagi terciptanya pemimpin serta bisa mengambil nilai dari pewayangan yang mampu menciptakan nilai sejarah peradaban.

” kedepan kampus diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi kepemimpinan indonesia pemimpin yang memiliki kekuatan dalam mewujudkan kesejahteraan dan bisa mengambil nilai dari cerita wayang yang mempunyai sejarah peradabannya sehingga anak muda tidak kehilangan sumber kepemimpinan.”,tuturnya.

Sarasehan wayang goes campus 2014 wayang dengan tema kepemimpinan dan ketahanan nasional,selain diisi oleh dedi mulyadi juga hadir adi sujatno dari lemhanas sebagai pembicara, rektorat UI,Komunitas Wayang UI serta Mahasiswa UI.(ega)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>