Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dedy Chandra Ajukan Pledoi, Nilai Kasusnya Dipaksakan

Dedy Chandra Ajukan Pledoi, Nilai Kasusnya Dipaksakan

-Kasus dugaan korupsi pembebsan lahan USB.

Terdakwa Dedy Chandra saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (18/12). (Foto: Rindu Sianipar)
Terdakwa Dedy Chandra saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (18/12). (Foto: Rindu Sianipar)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Dedy Chandra, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang tahun 2009 senilai Rp 1,8 miliar mengajukan pembelaan (pledoi) di PN Tanjungpinang, Kamis (18/12).

Selain pembelaan dari penasehat hukumnya Ibrahim Rivai SH, terdakwa Dedy juga mengajukan pembelaan sendiri secara tertulis.

Surat pledoi puluhan halaman itu dibacakan secara langsung di hadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Parulian Lumbantoruan ini.

Beberapa poin yang diajukan Dedy, dimulai dari asal muasal kepemilikan tanah yang diperuntukkan untuk lahan USB tersebut sampai proses terjadinya pembebasan lahan dari Pemko Tanjungpinang.

“Saya dan keluarga membeli tanah seluas 3 hektar tersebut pada pemilik awal Sutijo (alm). Saya dan keluarga membayar lahan tersebut karena pemiliknya sangat butuh uang ketika itu,” kata Dedy  “Tidak ada niat menjual lahan tersebut pada Pemko Tanjungpinang,” tambah Dedy.

Dirinya sebagai salah satu anggota Tim 9 pembebasan lahan juga menilai jika dirinya tidak bertanggung jawab secara langsung dalam pembebasan lahan ini.

Terutama dalam penentuan harga tanah yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan yang ada sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

“Saya memohon pada majelis hakim dalam mengambil keputusan agar dapat mempertimbangkan uraian yang saya sampaikan,” kata Dedy.

Sementara itu, kuasa hukum Dedy, dalam pledoinya menilai banyak kejanggalan hukum dalam penanganan kasus ini yang muncul dalam persidangan maupun saat kasus ini ditangani kepolisian dan kejaksaan.

“Kita menilai, kasus ini terlalu dipaksakan, hingga sangat merugikan klien kami,” kata Ibrahim Rivai.

Penilaian ini, lanjut Rivai, mengingat penanganan kasus ini saat di kepolisian dan kejaksaan cukup lama, bahkan berkas pemeriksaan bolak-balik di dua instansi penegak hukum tersebut.

“Dalam catatan kami, ada enam kali berkas penyelidikan kasus ini bolak-balik. Klien kami juga sempat dibebaskan dari tahanan karena masa penahanan habis,” kata Rivai.

Selain itu, sambung Rivai, audit perkiraan kerugian negara dilakukan audit BPKP juga dinilai janggal.

“Sementara menurut saksi imparsial, dalam keterangannya jika harga lahan di sekitar lokasi tersebut pada tahun 2009 di atas Rp 100 ribu/meter. Sementara yang dibayarkan Rp 85 ribu,” kata Rivai.

Di akhir pledoinya, Rivai meminta agar dalam memutuskan, majelis hakim mempertimbangkan poin-poin yang dimuat dalam nota pledoi puluhan halaman ini.

Usai pembacaan pledoi, sidang kembali ditutup dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa terhadap pledoi terdakwa.

Sebagaimana diketahui, Dedy dituntut jaksa selama delapan tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, Dedy juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara Rp 1,8 miliar. Jika tak dibayar akan diganti dengan hukuman empat tahun penjara.(Rindu Sianipar)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Pemkab Sergai Survey Harga Sembako di Pasar Tradisional

–Persediaan Sembako Selama Ramadhan di Sergai Aman Sergai, sidaknews.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *