Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dedy Chandra Akhirnya Ditahan Jaksa

Dedy Chandra Akhirnya Ditahan Jaksa

Dedy candra saat digiring anggota Kejari Tanjunmgpinang
Dedy candra saat digiring anggota Kejari Tanjungpinang.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Dedy Chandra akhirnya mendekam di Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang untuk yang ke dua kalinya, Senin (14/7). Pihak Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menyatakan berkas kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan Unit Sekolah Baru sudah lengkap atau P21.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Maruhum kepada wartawan mengatakan, kasus ini tidak bisa berjalan kalau hanya ditetapkan satu tersangka. Dalam pengadaan lahan USB, ada tim pembebasan lahan yang dibentuk. Tim lima memberikan rekomendasi lahan yang akan diganti rugi. Pemutusan apakah lahan tersebut dibeli atau tidak tergantung tim sembilan.

“Surat Keputusan Wali Kota Tanjungpinang belum diterbitakn atas pembebasan lahan itu, ternyata sudah disetujui oleh Kepala Bagian Hukum,” ujarnya.

Diungkapkan Maruhum, tersangka Dedy Chandra diserahkan pihak kepolisian sekitar pukul 11.00. Dua jam kemudian, Dedy dinyatakan sebagai tahanan kejaksaan.

Usai menandatangani surat penahanan, Dedy mengungkapkan kejadian yang sebenarnya kepada wartawan. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2006 tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum. Pada Bab IV mengatur tentang tata cara pengadaan tanah untuk tanah yang luasnya lebih dari satu hektar, maka Wali Kota membentuk panitia pengadaan tanah dan tim penilai harga tanah.

Tugas lima hanya memberikan rekomendasi lahan dan hasil analisa harga lahan. Sedangkan tim sembilan bertugas membebaskan lahan tersebut.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Satuan Rerserse Kriminal Polres Tanjungpinang Ajun Komisaris Polisi Oxy Yudha Pratesta mengatakan, berkas pertama tersangka lainnya, Gustian Bayu, sudah diserahkan ke pihak kejaksaan untuk dianalisa. Keterlibatan Gustian Bayu sudah dipaparkan dalam Berita Acara Pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh, dalam kasus ini, Wan Samsi menjabat sebagai Ketua Tim Sembilan. Saat itu, ia menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang. Ada juga nama Surya Dianus yang menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Kota Tanjungpinang dan Tri Agus Kasmanto sebagai Pejabat Kepala Kantor Pajak Pratama Tanjungpinang.

Sementara itu, Syafrial Evi menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dedy Chandra menjabat Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Syahrizal dalam jabatan Camat Tanjungpinang Timur, Yusrizal menjabat Kepala Seksi Hak-Hak Atas Tanah dan Pengukuran Pemetaan Tanah BPN Kota Tanjungpinang, Gustian Bayu sebagai Kepala Sub Bagian Agraria, serta Wan Martalena sebagai Lurah Pinang Kencana. Di antara nama-nama tersebut, ada tiga orang lagi yang bakal menjadi tersangka.

Untuk diketahui, masa penahanan tersangka korupsi pengadaan lahan sekolah unit baru, Dedy Chandra, telah habis 31 Desember 2013 lalu. Dedy Chandra bebas demi hukum dan telah pulang ke rumahnya Rabu (1/1) pagi. Dedy Chandra dinyatakan bebas demi hukum setelah masa penahanannya oleh kepolisian selama 120 hari habis.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintahan Kota ini Tanjungpinang Dedy Chandra resmi ditahan dalam kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan Unit Sekolah Baru pada 3 September 2013. Penyidik kepolisian sudah mendapat laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Riau di Batam.

Hasil audit, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi ini sekitar Rp 1,8 miliar. Pada tahun 2009 silam, Dedy merupakan salah satu tim pengadaan lahan dalam pembangunan unit sekolah baru di Jalan Srikanton, Kampung Purwodadi, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang Timur. Luas lahan untuk USB tersebut sekitar luas 34.802 meter persegi.

Anggaran untuk pembelian lahan mencapai Rp 2,9 miliar. Lahan tersebut kemudian disita Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang pada 26 Juni 2013. Selain lahan yang diperuntukkan unit sekolah baru, dua lahan lagi juga disita. Diduga, dua lahan ini merupakan hasil korupsi dari ganti rugi lahan.

Dua lahan tersebut berada di Jalan Kampung Mekar Sari, Kampung Purwodadi, Kelurahan Pinang Kencana dengan luas 10.231 meter persegi dan di Tanjung Lanjut dengan luas 19.993 meter persegi.(SN)

Check Also

Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan Berhasil Ditangkap Polda Sumut

Medan, sidaknews.com – Tiga orang tersangka pelakukasus pengeroyokan terhadap seorang wartawan Inews Tv bernama Adi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *