Home » Berita Foto » Demo Tolak Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Bakar Ban

Demo Tolak Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Bakar Ban

 

Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM yang digelar Gerakan Aktivis dan Masyarakat (GAMA) Kepri di Gedung Daerah, tepi laut Tanjungpinang.
Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM yang digelar Gerakan Aktivis dan Masyarakat (GAMA) Kepri di Gedung Daerah, tepi laut Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM yang digelar ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung Dalam Gerakan Aktifis dan Masyarakat Kepri (GAMA KEPRI) di depan Gedung Daerah Provinsi Kepri di jalan Tepi Laut Tanjungpinang, Jumat (21/11) diwarnai aksi bakar ban bekas.

Pantauan di lapangan, unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 13.30 Wib dimulai dari GOR Kaca Puri. Mereka melakukan long march hingga ke gedung daerah. Tiba di gedung daerah, ratusan pendemo melalui koordinator unjuk rasa silih berganti menyampaikan orasi melalui pengeras suara.

Para pendemo yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa seperti SPMI, PMII, HMI, KAMMI KEPRI, GMNI, FAM-I, GMKI, GAM KEPRI, GEMPAR KEPRI, GEMA PP, PUSKOMDA KEPRI ini semula berlangsung tertib. Namun, berselang beberapa jam kemudian, unjuk rasa nyaris ricuh.

Hal ini karena pengunjuk rasa merasa kecewa tidak ada satupun perwakilan dari Pemprov Kepri yang bersedia menemui mereka. Hingga mereka mencoba memaksa ingin masuk ke areal gedung daerah. Saat memaksa masuk, ratusan personel polisi dan Satpol PP yang mengawal aksi ini mencoba menghalau hingga terjadi aksi dorong-dorongan.

88cMeski sempat ada aksi dorong-dorongan, namun secara keseluruhan jalannya aksi demonstrasi berlangsung tertib. Aksi berakhir hingga sekitar pukul 17.30 Wib. Pengunjuk rasa menyampaikan tiga tuntutan yakni pertama, tuntutan agar pemerintah Jokowi-JK mencabut kebijakan terkait kenaikan harga BBM.

Kedua mengajak seluruh elemen masyarakat, baik itu mahasiswa, buruh, petani, nelayan untuk saling bersinergi, menekan pemerintah agar mengindahkan suara rakyat kecil.”Karena yang mendapat imbas langsung atas kenaikan BBM adalah rakyat kecil. Ketiga, turunkan Jokowi-JK karena tidak bisa menyelesaikan masalah BBM ini,” ujar pendemo dalam orasinya.

Selain tiga tuntutan tersebut, pengunjuk rasa juga meminta Gubernur Kepri HM Sani untuk menandatangani pernyataan sikap yang disampaikan oleh GAMA KEPRI. Aksi yang berjalan sekitar lima jam tersebut, tidak mendapatkan respon dari Pemerintah Provinsi Kepri hingga mereka merasa kecewa.

Meski demikian, ke depan GAMA KEPRI mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa, hingga Gubernur maupun Wakil Gubernur menyatakan sikap terkait tuntutan penolakan kenaikan BBM ini.”Ini komitmen kita bersama.Kita akan lakukan aksi lagi jika tidak ada respon dari pemerintah,” kata pendemo.

Sementara Wakapolres Tanjungpinang, Kompol Hilman Wijaya yang ditemui sejumlah wartawan usai aksi unjuk rasa ini mengatakan, aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan lancar. Menurutnya, ratusan personel dari Polres Tanjungpinang dan Satpol PP dikerahkan untuk mengawal aksi ini.

“Secara keseluruhan berlangsung aman dan tertib,” kata Hilman.(Sb)

Editor: Rindu Sianipar

Check Also

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menaiki becak motor menuju gedung

Sah! Kapolri Dianugerahkan Gelar Datok Perdana Satria Wangsa

Tanjungpinang, sidaknews.com –  Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi dianugerahi gelar kehormatan Datok Perdana Satria Wangsa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>