Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Densus 88 tangkap 3 Teroris

Densus 88 tangkap 3 Teroris

Satu terduga teroris yang diamankan
Satu terduga teroris yang diamankan

Medan, Sidaknews.com – Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri. ternyata sebelum ditangkap Tiga terduga teroris, Ayat, Thomas dan Farul Rozi, pernah tinggal di Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan dan bekerja sebagai katering makanan.

Beberapa warga yang ditanyai mengaku sangat mengenal ketiganya. Namun warga kaget jika ketiga pekerja katering makanan itu ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri, karena diduga terlibat jaringan terorisme bersama Fadli Sadama.

“Ya kenal kali kami. Mereka itu pengantar katering. Tapi apa mungkin mereka terlibat jaringan teroris,” ungkap sejumlah warga ketika ditemui wartawan, di warung klontong yang tak jauh dari rumah salah satu terduga pelaku teroris, Fahrul Rozi, Rabu (18/12).

Menurut warga, ketiganya memang kerap terlihat selalu bersama. Namun warga tetap tidak yakin bahwa Ayat, Thomas dan Fahrul adalah teroris sebagaimana tudingan Tim Densus 88 Mabes Polri. “Mungkin karena satu tempat kerja makanya mereka terlalu terlihat bersama,” ungkap warga yang masih belum yakin ketiganya diamankan Densus 88 Anti Teror.

Pedagang Kain Jumiati, istri Fahrul Rozi, satu dari tiga terduga pelaku terorisme yang ditangkap Detasemen Khusus Mabes Polri sempat menjual kain di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Hal itu diungkapkan beberapa warga tak jauh dari rumah Jumiati. “Mereka (Ayat, Thomas dan Fahrul) itu kami kenal orang-orang baik.

Istri Fahrul dulunya sempat menjual kain keliling,” kata seorang laki-laki paruh baya di sebuah warung klontong yang tak jauh dari rumah Jumiati, Rabu (18/12) siang.
Menurut warga, mereka dikenal bersahaja. Selain itu, mereka dikenal ramah dan tak pernah membuat masalah di kampungnya. “Yang kami tau mereka itu pengantar katering keliling di sini. Jadi nggak nyangka kalau mereka sampai ditangkap.

Apalagi sampai terlibat jaringan teroris,” sambung pria tadi. Saat berbincang, pria itu juga sempat menyebut bahwa alm Taufik Hidayat, satu dari pelaku perampokan CIMB Niaga sempat tinggal di Kelurahan Sei Mati Labuhan.

“Si Taufik Hidayat juga pernah tinggal di sini. Tapi dia tewas setelah ditembak petugas di kawasan perladangan sawit,” ungkap warga.
Saat ditanya dimana rumah Taufik, lelaki paruh baya itu enggan memberitahukannya. Ia beralasan bahwa dirinya tengah sibuk dan lagi ada urusan.(*/trn)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>