Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Derita Kehidupan Keluarga Rappe

Derita Kehidupan Keluarga Rappe

-Bukti dan Realitas Kehidupan Masyarakat Miskin di Kepulauan Selayar.

Bukti dan Realitas Kehidupan Masyarakat Miskin Kep.Selayar.Sulawesi Selatan.
Derita Kehidupan Keluarga Rappe. Bukti dan Realitas Kehidupan Masyarakat Miskin Kep.Selayar.Sulawesi Selatan.

Kep.Selayar,Sidaknews.com – Potret kehidupan masyarakat miskin masih saja menjadi realita yang tak dapat dipungkiri ditengah geliat pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Kehidupan keluarga Rappe (40 thn) warga masyarakat Jl. Soekarno Hatta yang sudah sembilan bulan menempati rumah baru type sangat sederhana sekali di pesisir pantai barat Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan salah satu diantaranya.

Rappe bersama sembilan orang anggota keluarganya sudah sembilan bulan menempati bangunan rumahnya yang lebih layak untuk disebut gubuk. Bermodalkan kesabaran, Rappe bersama anggota keluarganya, bahkan pasrah menempati bangunan rumah mungil miliknya walau tanpa penerangan lampu listrik sama sekali.

Pekerjaan sebagai tukang kayu dengan penghasilan tidak menentu mengharuskan Rappe untuk melalui hari-hari dengan penerangan lampu minyak seadanya. Harga minyak tanah sebesar empat ribu lima ratus perliter, dirasakan Rappe sudah sangat mahal ditengah tidak menentunya pekerjaan sebagai tukang kayu.

Kendati begitu, Rappe tidak ingin berpangku tangan dengan mengingat bebannya sebagai seorang kepala keluarga yang harus menghidupi delapan orang anggota keluarganya. Desakan ekonomi mengharuskan dirinya untuk tetap bekerja keras dan melakoni hampir semua jenis pekerjaan, sepanjang penghasilan yang diperolehnya masih halal.

Berbekal hasil jeri payah yang dikumpulkannya selama ini, Rappe akhirnya mampu menyisihkan sedikit rupiah untuk membayar biaya pemasangan jaringan instalasi listrik PLN.

Bertepatan dengan medio bulan Agustus 2014 kemarin, Rappe mengaku telah melunasi biaya pemasangan kilometer sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah kepada pihak PLN.

Namun ironis, karena hingga saat ini pihak PLN baru memasang instalasi kabel jaringan dan sama sekali belum melakukan pemasangan kilometer. Sudah dua bulan berselang, pihak PLN selalu beralasan kehabisan stock kilometer.

Perasaan sedih, terkadang tak mampu disembunyikan Rappe dikala melihat anak-anaknya yang harus belajar dibawah penerangan lampu minyak tanah. Jauh di dalam lubuk hatinya, Rappe berharap, agar anaknya kelak dapat meraih prestasi dan masa depan kehidupan yang jauh lebih baik, bila dibandingkan dengan kondisi keluarganya saat ini.

Ia sendiri mengaku tidak tega melihat anak-anaknya hidup menderita dibawah himpitan ekonomi keluarga pas-pasan. Dia sangat berharap, putra-putrinya dapat melakoni kehidupan seperti anak-anak orang mampu pada umumnya.

Di hari raya Lebaran Idul Adha 1435 H ini saja, tidak ada persiapan special yang dilakukan keluarganya. Semua sama seperti hari-hari biasa, tidak ada satupun hal yang istimewa di hari Lebaran tahun ini.

Sungguh sebuah potret kehidupan yang memiriskan memang. Namun, manusia hanya sanggup untuk berencana dan berikhtiar untuk dapat meraih masa kehidupan yang jauh lebih baik. Kendati semua butuh kesabaran dan keikhlasan. Dia yakin dan percaya, akan ada hikmah dibalik semua cobaan yang dilaluinya saat ini bersama kedelapan anggota keluarganya.

Penuturan ini diungkapkan Rappe dalam perbincangan dengan wartawan yang berkesempatan menyambangi rumah kediamannya di ruas Jl. Soekarno Hatta, Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. (Fadly Syarif)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Indri Ayu Astuti Dapat Bantuan Kursi Roda Dari Polres Madina

Panyabungan, sidaknews.com – Indah Nurhayati yang rela menggendong kakaknya Indah Indri Ayu Astuti setiap berangkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *