Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Di Telaga Sari PKBM Lebih Kesohor Dibanding Sekolah Formal

Di Telaga Sari PKBM Lebih Kesohor Dibanding Sekolah Formal

Di Telaga Sari PKBM Lebih Kesohor Dibanding Sekolah Formal
Di Telaga Sari PKBM Lebih Kesohor Dibanding Sekolah Formal. Kabupaten Karawang.

KARAWANG,Sidaknews.com – Terletak jauh di ujung Karawang. PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Nurul Islam berdiri sejak 2003 silam. Dari awal berdiri sampai sekarang, sekolah yang terletak di Desa Pasir Mukti Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang Jawa Barat ini hanya punya dua ruangan kelas.

Dalam aturannya, PKBM adalah sekolah setara sekolah formal yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan (Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA). Idealnya, PKBM dihuni siswa berumur yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal saat masih muda. Atau siswa yang tidak mampu secara ekonomi.

PKBM Nurul Islam boleh jadi PKBM paling unik. Remaja usia SMP dan SMA lebih tertarik sekolah di PKBM Nurul Islam ketimbang di sekolah formal. “Alasannya sederhana. Di Desa ini tidak ada SMP dan SMA formal. Adanya di desa sebelah. Lebih ekonomis sekolah di dekat rumah. Istilahnya, istirahat ge bisa dahar di imah,” tukas pengurus Nurul Islam, Entin Fatimah bercerita kepada sidaknews.com baru-baru ini.

PKBM 11Entin awalnya sempat kesulitan mengajak anak-anak untuk sekolah. Para orang tua menurut dia belum mengerti tentang pentingnya pendidikan. Mereka lebih percaya untuk menitipkan anaknya di pesantren ketimbang di sekolah formal. “Saya bertahun-tahun menyakinkan mereka. Kalau pesantren bisa dibarengi dengan sekolah. Akhirnya, seluruh santri usia SD jadi murid kami sekarang,” kata Nurul.

Adapun, untuk menanggulangi over capacity siswa PKBM Nurul Islam karena kekurangan ruangan kelas, pihak Disdikpora bersama pihak sekolah sudah menjalankan rencana perluasan gedung. “Ada tanah wakaf seluas 300 m2, yang diwakafkan ke keluarga saya,” tukas Entin. Tanah ini akan digunakan untuk memperluas bangunan sekolah.

Sementara itu, Kabid PNFI Disdikpora Karawang, Amid Mulyana menanggapi keunikan di Nurul Islam. Ketika ditanya soal apakah Disdikpora akan menambah unit sekolah baru di Pasir Mukti agar anak-anak disana bisa terakomodir pendidikannya, Amid menjawab “Tidak sembarangan membuat USB (unit sekolah baru). Kami harus berpijak pada data untuk membuat USB. Dalam data yang saya pegang, SMP dan SMA di sekitar Pasir Mukti sudah bisa menampung anak-anak di Pasir Mukti. Jadi tidak perlu menambah unit sekolah baru,” kata Amid.(ega nugraha)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *