Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Diduga Ada Oknum Dibalik Penimbunan BBM di Wotu

Diduga Ada Oknum Dibalik Penimbunan BBM di Wotu

BBM itu masih berstatus barang bukti oleh pihak kepolisian Resor Luwu Timur.
BBM 2,1 ton yang ditemukan di belakang Musholla SPBU Wotu, masih berstatus barang bukti oleh pihak kepolisian Resor Luwu Timur.

Luwu Timur,Sidaknews.com – Terkait 2,1 Ton Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditemukan di belakang musholla Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Wotu, Minggu (28/12/14) kemarin.

Pasalnya, saat ditemukan BBM tersebut pihak SPBU memperlihatkan surat perintah penitipan barang bukti dengan nomor: SP/Sita/13.17.19 b /X/2014/Reskrim yang ditanda tangani, Kepala Kesatuan (Kasat) Reskrim Mapolres Luwu Timur, AKP Nur Adnan.

Padahal surat tersebut sudah cukup lama dikeluarkan yakni tanggal 10 September 2014 lalu sementara hingga saat ini BBM itu masih berstatus barang bukti oleh pihak kepolisian Resor Luwu Timur.

“Kami menduga ada oknum dibalik penimbunan 2,1 Ton BBM ini, bisa saja ada oknum ‘main mata’ dengan pihak di SPBU Wotu. Kenapa demikian, di Luwu Timur ini bukan cuma di Kecamatan Wotu yang memiliki SPBU, di Kecamatan Malili sendiri terdapat dua SPBU yang sangat dekat dengan Mapolres, kenapa tidak dititip saja disana?,”

Jika ini betul-betul barang bukti, ini adalah Salah Satu bukti lemahnya Reskrim dalam mengusut kasus seperti ini sebab kasus tersebut sudah cukup lama dan terlihat pada tanggal dikeluarkannya surat penitipan barang itu.

“Harusnya kasus ini sudah dalam penanganan pihak Kejaksaan jika kita lihat dari lamanya kasus ini. Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini agar publik tidak menyoroti kinerja pihak kepolisian,” .

Terkait surat penitipan barang bukti tersebut, Kepala Kesatuan (Kasat) Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Nur Adnan sebelumnya mengatakan penitipan BBM tersebut atas perintah pimpinan (Wakapolres) dengan alasan untuk menjaga keamanan barang bukti.

“Pimpinan yang perintahkan, dari pada amburadul di belakang kantor maka alangkah baiknya diamankan, disamping itu juga menjaga keamanan barang bukti makanya saya memilih amankan di SPBU,” ungkap Nur Adnan melalui via telepon, Minggu kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Kepala (Waka) Kepolian Resor Luwu Timur, Kompol Gani Alamsyah Hatta yang dikonfirmasi via telepon membantah dirinya memerintahkan penitipan barang bukti tersebut. “Pimpinan itu ada dua, setahu saya, saya tidak pernah memerintahkan,” ungkap Gani Alamsyah sebelumnya.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana yang ditemui diruang kerjanya, Senin (29/12/14) mengatakan jika dirinya akan menindaklanjuti kasus penemuan BBM ini. “Saya pastinya akan menindaklanjuti ini,” ungkap Rio.

Sekedar diketahui, pihak kepolisian sektor (Polsek) Wotu mengamankan sebanyak 2,1 Ton atau 66 jeriken BBM dengan rincian 50 jeriken BBM jenis solar dan 15 jeriken isi premium, untuk satu jeriken tersebut berisikan 33 liter per jerikennya sementara dua jeriken lain yang juga diamankan masing-masing berisi setengah jerigen.

Berbeda dengan surat penitipan barang bukti, dalam surat tersebut menerangkan jika barang bukti yang dititip di SPBU Wotu ini berupa, 66 jeriken BBM jenis solar dan dua jeriken BBM jenis premium. (*)

 

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>