Senin , 29 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Diduga Ada Penyelewengan Proyek Pengeboran Eksplorasi Salah Alamat

Diduga Ada Penyelewengan Proyek Pengeboran Eksplorasi Salah Alamat

plang proyek distamben
plang proyek distamben

Glumpang Tiga-Pidie,ACEH,Sidaknews.com – Aneh bin Ajaib, itulah istilah yang sangat cocok untuk proyek Pengeboran Eksplorasi/Produksi Air Tanah yang telah dikerjakan oleh CV. Putra Matang Mandiri dibawah pengawasan CV.Geometris Engineering bernomor kontrak 068/SPK-SB/GSM-PL/PDIE/APBA/V/2014 senilai Rp187.460.000 dengan sumber dana OTSUS ACEH.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, tim Media ini melakukan investigasi ke lokasi pembangunan proyek tersebut dan meneliti lebih jauh tentang proyek yang layak disebut “PROYEK SALAH ALAMAT” serta mencaritahu lokasi yang sebenarnya, tapi anehnya apakah pihak kontraktor dan konsultan pengawasnya tidak bisa membaca plang nama proyek atau memang ada istilah “Sim Salabim” dalam penyaluran dan penempatannya.

Dari hasil investigasi lebih lanjut, tim media ini semalam Rabu (22/10) berhasil menemukan alamat yang sebenarnya untuk proyek tersebut yang memang merupakan desa tetangga dimana proyek tersebut telah dibangun.

Pada plang nama tertulis Proyek Pengeboran Eksplorasi/Produksi Air Tanah untuk Dayah Isyrafi Darussa’adah, Gp.Keutapang Mesjid yang dipimpin Tgk.H.M.Ali Hasan,namun pembangunannya digeser ke lokasi lain dengan nama dayah yang sama tapi beda desa yaitu Dayah Isyrafi Darussa’adah, Gp.Dayah Tanoh Mns.Busu.

Dari hasil wawancara dengan pimpinan Dayah Isyrafi Darussa’adah, Gp. Keutapang Mesjid Tgk. H. M. Ali Hasan (72 Thn), tim Media ini merasa heran dengan sikap pihak Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh, dari sikap salah satu Kepala Bidang yang tidak memberikan pelayanan publik dan tidak memberi kenyamanan kepada masyarakat dan sangat tidak bersahabat, senin 21 oktober 2014.

Pimpinan dayah beranjak ke banda aceh dengan maksud ingin memintai penjelasan dari DISTAMBEN tentang kejelasan proyek tersebut, tanpa basi-basi seolah – olah menyembunyikan sesuatu hal, oknum dinas tersebut langsung murka bahkan dia membentak-bentak dengan perkataan dan sikap mengancam terhadap pimpinan Dayah Isyrafi Darussa’adah Gp. Keutapang Mesjid Tgk. H. M. Ali Hasan.

Hingga beliau merasa trauma atas perlakuan yang tidak manusiawi saat mengkonfirmasi tentang proyek yang salah alamat tersebut dengan membawa hasil foto plang nama proyek yang sedianya dibangun di lokasi dayah yang ia pimpin. Tgk. H. M. Ali Hasan juga menambahkan bahwa kabid Distamben pada bidang yang menangani penyaluran proyek itu juga mengancam dengan kata-kata “Dayah anda tidak akan ada lagi bantuan selama 5 tahun kedepan, selagi saya masih disini…”.

Melalui Media ini, Tgk. H. M. Ali Hasan sangat mengharapkan kepada Pemerintah Aceh untuk menempatkan staf pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap masyarakat yang membutuhkan informasi dan konfirmasi, bila perlu diganti saja orang yang bersikap seperti itu agar tidak terulang lagi untuk masa yang akan datang dan semoga kejadian ini menjadi contoh arogan seorang pegawai pemerintahan di jajaran Pemerintah Aceh (Distamben-Red). Inilah realita yang kami rasakan.

jangan mentang-mentang kami rakyat kecil bisa diperlakukan seenaknya saja oleh pemerintah tandas Isra (27 Thn) anak dari Tgk.H.M.Ali Hasan pimpinan Dayah Isyrafi Darussa’adah, Gp.Keutapang Mesjid.Ia juga mengharapkan pihak pemerintah untuk tidak mengulang lagi kesalahan dimasa yang akan datang, hingga berita ini diturunkan,Tim Media ini belum bisa berkoordinasi dengan pihak Distamben Aceh.(Herman)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *