Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Diduga lakukan Malpraktek, Klinik mangkir dari panggilan Dinas Kesehatan

Diduga lakukan Malpraktek, Klinik mangkir dari panggilan Dinas Kesehatan

Kondisi terakhir pupilia saat di sambangi wartawan di RS
Kondisi terakhir Pupilia saat di sambangi wartawan di RSUD Hasan Sadikin BAndung

Purwakarta,Sidaknews.com – Klinik EM mangkir dari panggilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta, Padahal surat pemanggilan dinas sudah dilayangkan tiga hari kebelakang, Jika terbukti salah Dinkes pun akan cabut izin kesehatan Klinik tersebut.

Sebelumnya Klinik EM diduga telah melakukan Malpraktek terhadap salah satu pasiennya Pupelia (6) sehingga menyebabkan pasien tersebut dirawat di RSUD Hasan Sadikin Bandung.

Sekretaris Dinkes Didi Suardi mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada penanggung jawab klinik EM tetapi hingga Selasa (18/3) pihak Klinik EM pun tak kunjung memenuhi panggilan dari Dinas Kesehatan kabupaten Purwakarta.

“Pihaknya telah memanggil dan telah melayangkan surat beberapa hari yang lalu, namun pihak Klinik EM belum memenuhi panggilan sampai hari ini”ujarnya melalui selulernya Selasa (18/3)

Dinkes pun akan bersikap tegas jika terbukti bersalah dengan memberikan sanksi mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin kesehatannya, sampai sejauh ini beredar kabar bahwa Dokter yang menangani Pupelia (6) korban Malpraktik sudah berada di luar kota, dokter tersebut beralasan ada keperluan ke luar kota.

“Kalau memang terbukti bersalah izin kesehatannya akan dicabut, dan kita serahkan ke BPMPTSP”tambah Didi.

Sementara itu saat akan dikonfirmasi Ridha pihak dari Klinik EM melalui selularnya belum bisa memberikan jawaban.

Pupelia (6) merupakan pasien di Klinik EM yang kini masih dirawat di RSUD Hasan Sadikin Bandung, sebelumnya, pasca pemberian cairan Infuse Pupelia mengalami pembengkakan pada kedua belah tangannya hingga akhirnya harus diamputasi.

Berawal dugaan warga Desa Palinggihan Kecamatan Plered ini menderita Tifus, kemudian pihak keluarga membawanya ke Klinik EM, pihak klinik pun lalu memberikan cairan infus, mulanya Infus disalurkan melalui tangan kiri pasien, karena tidak ada perubahan akhirnya pihak klinik memindahkan ke tangan sebelah kanan.

Akibat tak kunjung ada perubahan, pihak keluarga pun akhirnya meminta untuk dipulangkan, Kabarnya pihak keluarga akan membawa ke rumah sakit di Bandung, namun naas setelah beberapa hari kondisi kedua tangan pasien semakin membengkak dan mulai terlihat gosong.

“Korbannya sekarang di RSUD Hasan Sadikin, sebelumnya keluarga juga meminta agar hal ini tidak diekspos karena khawatir, tapi sekarang kondisinya semakin parah, hampir menjalar ke daerah ketiak pembusukannya,” jelas Euis bibi korban.

Sebelumnya juga pihak pengelola Klinik EM mengaku bahwa pihak keluarga memaksa agar pasien pulang. Dengan alasan akan dirujuk ke RSUD Hasan Sadikin.

“Keluarga pasien yang memaksa pulang, alasannya akan di rujuk tapi kenyataannya tidak demikian, karena setelah 3 hari dibawa pulang korban jadi parah,” kata Ridho pengelola klinik.

Pihak Klinik sendiri membantah melakukan Malpraktik kepada pasien yang masih anak-anak tersebut. Karena diduga pembusukan terjadi setelah dibawa pulang ke rumah.

“Diduga bekas luka infusnya terinfeksi sewaktu dirumah, karena saat di klinik tidak ada yang bengkak,” tegas Ridho (Adi Tarigan)

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *