Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Diduga Lemahnya Pengawasan Aparat Penegak Hukum Picu Gula Illegal Marak Di Kundur Dan Moro

Diduga Lemahnya Pengawasan Aparat Penegak Hukum Picu Gula Illegal Marak Di Kundur Dan Moro

Kapal Bingkar Muatan Diduga Gula Illegal
Kapal Bongkar Muatan, Diduga Gula Illegal

Kundur,Sidak news,com : Maraknya peredaran gula illegal asal Malaysia dan juga singapura dikecamatan Kundur kian menjadi perbincangan yang cukup hebat baik dari kalangan masyarakat dan juga berbagai pihak.Peredaran gula illegal dikecamatan Kundur pada saat ini cukup meresahkan banyak pihak baik dari kalangan masyarakat biasa dan juga dikalangan pengusaha yang hanya menjual gula hasil produksi dalam negeri seperti gula asal Cilegon.

Memang tak dapat dipungkiri gula illegal asal Malaysia Singapura maupun Thailand dan juga India jauh memiliki kwalitas dibanding gula asal Cilegon yang telah menjadi produksi dalam negeri.

Namun perlu kita cermati dengan beredarnya gula yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia Saingapura Thailand serta India tersebut sudah tentu akan menjadi biang dari kerugian Negara yang jumlahnya biasa mencapai milyaran bahkan mungkin triliunan pertahun.

Temuan Sidak Newsi dikecamatan Kundur dalam kurun waktu dua minggu pembongkaran gula yang dilakuakan setiap hari oleh para pengusaha jarang ditemukan dalam golongan kecil.Gula illegal yang dikirim oleh Acin/Ameng pengusaha asal Moro ketanjung Batu Kundur dilakukan dengan cara yang rutin setiap hari dalam jumlah mencapai ribuan Zak/Karung dan jika dikalkulasikan 1000 zak x 50 kilo gram berarti sdah menjadi 50 ton perhari x 30 hari dengan demikian  pasokan gula illegal milik Acin/Ameng Moro mencapai 1500 ton perbulan.

Kendati demikian aparat hukum diminta meninjau kelapangan terkait maraknya gula illegal milik Acin/Ameng Moro yang telah merugikan Negara dan menghancurkan pasar dan produk dalam negeri.Sehingga dapat memberikan sangsi sebagaimana undang undang nomor 17 tahun 2006 perubahan atas undang undang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan.

Hal ini perlu dilakukan agar Acin/Aming Moro melakukan wajib pabean sebagai kewajiban pengusaha yang mencerminkan perannya seperti pengusaha yang lain dikabupaten Karimun.Adi warga kundur yang diminta pendapat baru baru ini dipulau Kundur bukan hanya satu atau dua toko yang memesan gula dari Moro seperti OTB Toko Bandung Jaya, Bakling Toko Indora dan juga Ago salah satu Toko disamping Polsek Kundur.

Dengan keterangan sumber tersebut memang sudah berlebihan dan ironis pengusaha seperti Acin/Ameng Moro dengan terang terangan memasarkan Gula asal Malaysia Singapura bahkan Thailand yang belum jelas kontribusiya dengan pemerintah bahkan sudah bisa diacungkan jempol karna pengusaha tersebut sudah berani menjual tanpa ada rasa sungkan dengan aparat penegak hukum.Mengapa? Peredaran gula yang dimilikinya Acin/Ameng Moro sudah merambah tidak jauh dari halaman kantor polsek Kundur Kabupaten Karimun.

Bambang katan perpat kundur berpendapat maraknya peredaran gula dari Negara jiran baik Malaysia maupun Singapura sudah jelas merugikan Negara dalam hal pajak impor. Dengan demikian pihak berwajib dan berwenag diminta ambil sikap sesuai keputusan Presiden nomor 59 tahun 2004 tentang penanganan impor gula tidak sah.(majid)

Check Also

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memberikan pidato dalam penutupan Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, sabtu (25/3).

Presiden Tutup Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

Mandailing Natal, sidaknews.com – Usai melakukan peresmian pembangunan asrama haji Mandailing Natal (Madina). Presiden RI, Ir …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>