Home » Berita Foto » Diduga Proyek Bermasalah, Konsultan Proyek Mencak-Mencak

Diduga Proyek Bermasalah, Konsultan Proyek Mencak-Mencak

Tampak pekerjaan
Tampak pekerjaan Seminisasi yang dikerjakan oleh CV.Citra Pajar di Sungai Buluh Kecamatan Alai Kabupaten karimun.

Kundur,Sidaknews.com – Proyek terus berjalan di setiap daerah-daerah pedesaan baik dipulau pulau terluar dan perkotaan. Akan tetapi yang menjadi Polemik dari semua Proyek-proyek tersebut adalah Hasil Pekerjaannya dari para rekanan Kontraktor Nakal kian menjadi polemik di provinsi kepulauan riau (Kepri).

Keadaan ini juga kuat diduga karna lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum DPU Provinsi Kepri dan juga Kabupaten,sehingga kuat dugaan adanya kongkalikong antara konsultan pengawas dengan para kontraktor/pemborong.

Kendati demikian perbuatan semena-mena dan sesuka hati bagi kontraktor yang ada di Propinsi Kepri sudah menjadi rahasia umum untuk mengerjakan proyek yang dimenangkannya,secara asal jadi.

Hal tersebut dilakukan oleh para kontraktor hanya semata mata untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin demi untuk memperkaya diri sendiri.

Para Kontraktor/Pemborong tidak menyadari kalau proyek-proyek tersebut bisa terlaksana karena rajinnya masyarakat di dalam membayar pajak.Akan tetapi kenapa para kontraktor ini tidak pernah berfikir untuk meningkatkan kualitas proyeknya agar dapat di nikmati oleh masyarakat yang selalu taat di dalam membayar pajak tersebut,,,?.

“Apakah Kontraktor/Pemborong sudah tidak mempunyai Hati Nurani dan pemikiran yang baik lagi untuk meningkatkan dalam hal kemajuan masyarakat luas diprovinsi Kepulauan Riau (Kepri) bahkan dinegeri tecinta Indonesia”.

CV Citra Fajar2Pada dasarnya masyarakat bersedih dan menangis menyaksikan pengerjaan proyek yang nota bene dikabupatem Karimun banyak yang tidak sesuai dengan bestek dan terkesan asal jadi alias banyak yang ‘dimainkan oleh para Kontraktor/Pemborong bahkan kuat juga dugaan kalau didalamnya ada permainan kongkalikong dengan oknum konsultan proyek.

Salah satu contoh Proyek Semenisasi tepatnya di Sungai buluh Desa Alai Kecamatan Ungar Kabupaten Karimun yang memiliki sumber dana murni dari APBN kwalitas pengerjaannya cukup diragukan.

Proyek semenisasi didesa Alai Kecamatan Ungar kabupaten Karimun yang dikerjakan oleh CV.Citra Pajar dan Konsultan Pengawas CV.Rena Wijaya.Proyek yang memiliki anggaran senilai Rp.1.288.269.000 tahun anggaran 2014 dengan nama paket pembangunan PSD Permukiman Pulau Kecil Terluar dikerjakan tekesan asal jadi.

Dengan demikian masyarakat meminta agar pemerintah yang berwenang dan terkait agar meninjau pengerjaan proyek tersebut,karna kwalitas pengerjaan dan ukuran besi yang dipergunakan cukup meragukan.

Seperti pengakuan salah seorang warga Sungai Buluh kepada media ini mengatakan, Kami sudah cukup lama menanti-nantikan agar adanya pengerjaan proyek semenisasi di tempat kami akan tetapi begitu proyek tersebut sudah ada realisasi dan kenyataannya di lapangan kami sangat kecewa melihat pengerjaan proyek semenisasi tersebut yang terkesan asal jadi dan amburadul.

Menurutnya pengerjaan jalan semenisasi itu tidak sesuai dengan bestek. ditambah lagi di dalam pengerjaan proyek tersebut konsultan kurang bersipat terbuka dengan Masyarakat yang mana sampai saat ini Masyarakat belum melihat bentuk bestek dari proyek tersebut.

Kendati demikian Awak media ini yang pada saat itu kelokasi proyek bersama rekan Wartawan STV Batam,kemudian Wartawan STV coba menghubungi Kusnadi selaku konsultan proyek,tiba tiba saja Kusnadi mencak mencak dengan ucapan saya tidak kenal dengan STV Batam terang Kusnadi.

Gani salah seorang tokoh Masyarakat Desa Alai berpendapat proyek yang menelan Anggaran Milyaran rupiah tersebut jangan sampai dikerjakan asal jadi,karna setiap Anggaran proyek sudah jelas bersumber dari uang rakyat. Menurut Gani yang telah memantau keberadaan pengerjaan proyek tersebut memang terkesan tak sesuai yang mana Besi yang dipergunakan terlalu kecil dan kwalitas campuran batu semen cukup diragukan.

Dalam hal ini untuk mendapat berita akurat awak media ini yang bersama awak STV Batam coba menghubungi Kusnadi selaku Konsultan pengawas proyek ironisnya Kusnadi mencak mencak sehingga kuat dugaan kalau pengerjaan proyek tak sesuai bestek dan juga ada dugaan kongkalikong Konsultan dengan kontraktor/pemborong.(Heri)

 

Check Also

spanduk bakti sosial donor darah gabungan di aula lurah kijang.

UN Swissindo Gelar Bakti Sosial Donor Darah Gabungan di Kijang

Bintan, sidaknews. com – Dalam rangka Bulan Bakti Sosial, UN Swissindo bekerjasama dengan PMI Kepri …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>