Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dinilai Berbelit-belit, Hakim Ancam Saksi Dengan Pidana Sumpah Palsu

Dinilai Berbelit-belit, Hakim Ancam Saksi Dengan Pidana Sumpah Palsu

-Sidang penyelewengan BBM bersubsidi di Tanjungpinang.

Terdakwa Syahgunandar dan Bimo ketika sedang menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (1/12)
Terdakwa Syahgunandar dan Bimo ketika sedang menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (1/12)

Tanjungpinang,sidaknews.com – Sidang lanjutan kasus dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar hasil tangkapan Unit Intel Kodim 0315/Bintan dengan terdakwa Bimo (pekerja) dan Syahgunandar alias Tole (sopir) terungkap fakta baru.

Ternyata lori yang diduga digunakan untuk melangsir solar adalah mobil operasional warga yang dihibahkan wali kota ke pihak RW XV Teluk Keriting Kacamatan Tanjungpinang Barat.

“Dihibahkan oleh wali kota yang digunakan untuk membantu warga dalam penyediaan air bersih,” kata Ketua RW setempat, Abdullah Ibrahim saat menjadi saksi dalam sidang di PN Tanjungpinang, Senin (1/12/2014).

Abdullah mengaku jika lori tersebut digunakan bukan untuk peruntukannya (angkut air-red) setelah kasus tersebut ditangani pihak kepolisian. “Saya tahunya lori digunakan untuk yang lain (lansir solar-red) setelah di kantor polisi,” ujar ketua RW yang juga seorang PNS ini.

Sementara itu, saksi lainnya Trio Jumalita, ketua pemuda daerah setempat mengatakan jika dirinya yang menyewakan mobil ke terdakwa dengan biaya sewa Rp 3 juta. “Semula lori itu sudah lama tak digunakan karena rusak, lalu diperbaiki oleh ketua RT kemudian saya sewakan ke terdakwa,” kata Trio yang juga bekerja sebagai honorer di Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan ini.

Trio juga mengatakan, jika lori tersebut kondisinya sudah banyak berubah setelah kasus terungkap, mulai dari warna asli dan plat nomor polisinya. “Semula warnanya putih biru, namun sudah dirubah menjadi biru semua. Sementara nomor polisinya yang semula BP 8073 TY dirubah jadi BP 8187 TY,” ujar Trio sembari mengatakan tidak tahu siapa yang merubah kondisi lori.

Hakim yang dipimpin Fathul Mujib SH MH dengan didampingi dua hakim anggota Bambang Trikoro SH MHum dan Eryusman SH ini sempat mengancam para saksi dengan ancaman pidana sumpah palsu karena dinilai memberikan keterangan berbelit-belit.

01/12/2014 16:30 – rindu Bro: “Jika anda memberikan keterangan palsu, anda bisa dikenakan hukuman dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” kata Fathul dengan nada tinggi. Salah satu yang membuat hakim berang yakni terkait sewa menyewa lori, pasalnya dalam surat perjanjian lori tersebut sedianya digunakan untuk kepentingan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Tanjungpinang.

“Tapi kenapa tadi, kamu bilang disewakan ke Syahgunandar yang bukan dari dinas,” ujar hakim bertanya pada saksi Trio. Mendengar pertanyaan hakim, dengan wajah terlihat pucat, Trio menjawab jika dirinya tidak mengerti kenapa bisa seperti itu.

“Saya ketika itu, ditelepon sama Syahgunandar untuk menyewakan lori,” katanya mencoba mengalihkan. Terkait surat perjanjian sewa menyewa lori dan pertanggung jawaban pemakaian lori tersebut juga membuat hakim berang terhadap jawaban yang disampaikan saksi Abdullah.

“Jadi siapa yang bertanggung jawab dengan lori ini?. Saya tidak tahu siapa diantara kalian (saksi) ini yang berbohong,” kata Fathul berkali-kali. Selain Syahgunandar dan Bimo, dua terdakwa Jupen Sius Purba (nahkoda) dan Febrian Rahmadani (ABK tugboat) yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini juga menjalani sidang.

Kedua terdakwa disidang secara dengan terpisah (displit). Usai mendengarkan seluruh keterangan saksi, kemudian hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.(Rindu Sianipar)

Check Also

Indri Ayu Astuti Dapat Bantuan Kursi Roda Dari Polres Madina

Panyabungan, sidaknews.com – Indah Nurhayati yang rela menggendong kakaknya Indah Indri Ayu Astuti setiap berangkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *