Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dipersidangan,Nama Sekda Bintan Disebut Pada Korupsi Masjid

Dipersidangan,Nama Sekda Bintan Disebut Pada Korupsi Masjid

– Terkait Pada Sidang Kasus Dugaan Korupsi Masjid Teluk Sebong.

sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid dengan terdakwa Yusrizal Efendi dan Zainal Arifin di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,Kamis(11/9).
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid dengan terdakwa Yusrizal Efendi dan Zainal Arifin di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,Kamis(11/9).

Tanjungpinang,sidaknews.com – Dipersidangan Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Lamidi disebut dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid dengan terdakwa Yusrizal Efendi dan Zainal Arifin di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,Kamis(11/9).

Lamidi disebutkan dalam kesaksian Yuda Inangsa, mantan Kepala Bapedda Bintan terkait kewenangan dan persetujuan permohonan bantuan dana (proposal) dari Yayasan Al-Anshar Bintan untuk renovasi Masjid Jami’atul Aula Sebong Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan.

“Tim Anggaran Perangkat Daerah (TAPD) yang melakukan verifikasi akhir dan diajukan ke DPRD untuk disetujui. Ketua tim dipimpin langsung oleh Sekda,” kata Yuda yang mengaku manjadi salah satu anggota Tim TAPD.

Dilanjutkan Yuda, untuk verifikasi pertama terhadap permohonan bantuan yang diajukan Yayasan Al-Anshar tersebut sebelumnya dilakukan oleh Asisten II Bidang Pembangunan yang ketika itu dijabat Elizar Junet.

“Sebelum verifikasi, yayasan tersebut mengajukan permohonan bantuan senilai Rp 1,2 miliar. Kemudian setelah diverifikasi yang kita ajukan untuk disetujui yakni Rp200 juta,” kata Elizar dalam kesaksiannya.

Yuda juga mengutarakan, jika pihak yang berwenang mengawasi penggunaan dan SKPD (stake holder) yang mengelola dana hibah belum ada. Ia menyebut penggunaan dana dapat langsung diawasi Sekda maupun Bupati.

“Karena kegiatan ini bersifat keagamaan, memang dalam hal ini tidak ada dinas ataupun SKPD yang mengawasi secara langsung. Yang mengawasinya bisa langsung Bupati ataupun Sekda,” tambah Yuda.

Selain Yuda dan Elizar Junet, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Aji Suryo tersebut juga menghadirkan empat saksi lainnya, yakni pemilik toko “Sunjaya”, Mulyadi. Mantan Kepala Kesbangpolinmas Bintan, Irma dan Ramlah mantan Bendahara Yayasan Al-Anshar Bintan.

“Yayasan Al-Anshar tidak terdaftar di Kesbangpolinmas Bintan,” ujar Irma. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mesih mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Dalam dakwaan jaksa, kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Jami’atul Aula Sebong Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan tersebut melibatkan Ketua dan Wakil Yayasan Al-Anshar Bintan, Yusrizal Efendi dan Zainal Arifin.

Adapun modus yang dilakukan terdakwa yakni dugaan pembuatan laporan fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP senilai Rp147 juta.

Pelaksanaan pembangunan masjid dilakukan oleh Yayasan Al-Anshar yang menerima dana hibah dari Pemkab Bintan melalui APBD sebesar Rp200 juta pada tahun 2011, kemudian pada tahun 2012 kembali digelontorkan dana hibah sebesar Rp430 juta.

Kedua terdakwa dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 9 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP.

Kasus ini terungkap, setelah masyarakat melaporkan dugaan ketidakberesan dalam renovasi masjid ke Polres Bintan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi hingga kasusnya bergulir ke pengadilan.(Sn)

Check Also

Maklumat Kapoldasu Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Petasan Dilarang, Jangan Digunakan, Bisa Dipidana

Sidimpuan, sidaknews.com – Untuk memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif selama bulan Ramadhan 2017 dan idul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *