Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Direktur CV Intan Diagnostika Menangis Saat Dituntut 18 Bulan

Direktur CV Intan Diagnostika Menangis Saat Dituntut 18 Bulan

Yuni Direktur CV Intan Diagnostika Menangis Saat Dituntut 18 Bulan
Yuni Direktur CV Intan Diagnostika Menangis Saat Dituntut 18 Bulan.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Direktur CV.Intan Diagnostika Yuni Widiyanti terdakwa pada kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) di Kabupaten Kepulauan Anambas APBD tahun 2009 Rp3,2 miliar ini tampak menangis setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya selama 18 bulan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Selasa (8/7).Selain tuntutan tersebut, terdakwa juga dikenakan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan, serta ditambah uang pengganti sebesar Rp3,589 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, JPU Nofriandi SH dan Agung Tri SH menyampaikan bahwa terdakwa diyakini terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alkes di Anambas secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsider pasal 3 junto pasal 9 junto pasal 15 junto pasal 18 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 KUHP.

Terhadap tuntutan tersebut, Yuni, Direktur CV Intan Diagnostika ini, sambil menyapu air mata di wajahnya menyerahakan sepenuhnya kepada Penasehat Hukumnya (PH) Agus Susanto SH dan Mirwansah untuk. mengajukan pembelaan (Pledoi) pada sidang mendatang.

“Saya serahkan sepenuhnya pada penasehat hukum saya pak hakim,” ucap Yuni dengan nada lemah sambil menunjuk kedua PH yang mendampinginya dalam sidang tersebut.

Jalannya sidang perkara tersebut dipimpin majelis Hakim Jarihat Simarmatha SH MH, didampingi Iwan Irawan SH, serta M Fathan Riyadhi SH selaku Hakim Ad-hoc Tipikor PN Tanjungpinang

Dalam sidang terungkap, terdakwa Yuni diyakini secara bersama-sama dengan saksi dr Tajri, mantan Kepala Dinas Kesehatan selaku Pengguna Anggaran (PA) dan M Sofyan SKM selaku Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melakukan serangkaian kegiatan proyek pengadaan alkes Anambas 2009 dengan pagu dana sebesar Rp3,2 miliar APBD Kabupaten Anambas.

Yuni, Direktur CV Intan Diagnostika, bersama Sofyan dan dr Tajri yang menjabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) membayarkan dana 100 persen untuk 10 item sarana alat kesehatan kepada kontraktor pemenang proyek, perusahaan Yuni.

Padahal, barang yang disediakan pihak kontraktor dinilai tidak sesuai dengan spek sebagaimana awal perjanjian kontrak. Kedua terdakwa yang memiliki kewenangan, seharusnya membatalkan kontrak dan memberikan denda kepada kontraktor, namun hal itu tidak dilakukan.

“Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan Keppres No 80 tahun 2003 dan Perpres No 54 tahun 2010 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa pemerintah,” kata JPU.

Sebagaimana diberitakan, dalam perkara tersebut, Yuni Widianti, Direktur CV Intan Diantika, selaku pemenang dan pelaksana proyek pengadaan alkes di anambas tersebut sudah mengembalikan semua kerugian negara sebesar Rp3,589.080.000 miliar melalui ke Kejaksaan Tinggi Kepri, Rabu (07/5) lalu.

Besaran uang kerugian negara oleh terdakwa Yuni tersebut, saat ini disimpan di rekening khusus kejati kepri di BRI Cabang Tanjungpinang saat terdakwa mengembalikannya .(SN)

Check Also

img_20170328_001457

Dukung Visit Bireuen Year 2018 BIROAD Bireuen Ekspos Lokasi Wisata Air Terjun Ie Rhob

Bireuen, sidaknews.com – Bireuen Trail Organization Adventure (Biroad), kembali melakukan aktivitas adventure-nya dalam wilayah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>