Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Direktur RSUD I Laga Ligo Wotu Bantah Kelolah Tambang

Direktur RSUD I Laga Ligo Wotu Bantah Kelolah Tambang

Direktur RSUD I La Galigo Wotu, dr. Rosmini Pandin
Direktur RSUD I La Galigo Wotu, dr. Rosmini Pandin

Luwu Timur, Sidaknews.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo Wotu, dr. Rosmini Pandin membantah telah memiliki usaha tambang galian C di wilayah Kabupaten Luwu Timur.

“Mana mungkin saya kelola tambang, informasi itu tidak benar,” ungkap Rosmini yang dihubungi awak media melalui via telepon, Minggu (30/11/14) kemarin.

Sebelumnya, Pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Luwu Timur telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi tambang galian C, di Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur.

Dari sebagian besar lokasi tambang galian C yang didapati, hampir seluruhnya tidak mengantongi izin penambangan. Ironisnya lagi, sebagian besar usaha penambangan itu diketahui milik sejumlah pejabat di Luwu Timur.

Salah seorang pekerja tambang galian C yang ditemui mengaku jika tambang ini milik direktur RSUD I La Galigo Wotu, dr. Rosmini Pandin.

“Ini milik Direktur rumah sakit di Wotu, Ibu Rosmini,” ungkap pekerja ini yang enggan diberitakan namanya.

Selain Direktur yang disebut-sebut, nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Rully Heriawan juga ikut disebut memilik tambang galian C yang beroperasi di wilayah tempat dinas ESDM melakukan Sidak, Sabtu (29/11/14) kemarin.

Dalam Sidak ini, Pihak petugas Dinas ESDM Lutim pun mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional tambang galian C tak berijin itu, karena dianggap telah menyalahi aturan.

“Tidak bisa dibiarkan, sebab usaha pertambangan seperti ini bisa merusak lingkungan sekitar, tanpa ada pengawasab dari penerintah,” ujar Hasim Ning, Kepala Bidang Pertambangan, Dinas ESDM Kabupaten Luwu Timur. (**)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *