Home » Berita Foto » Disdikpora Siap Tindak Tegas Siswa Tawuran

Disdikpora Siap Tindak Tegas Siswa Tawuran

Aksi tawuran dengan siswa SMK di Karawang
Aksi tawuran dengan siswa SMK di Karawang beberapa waktu lalu.

KARAWANG,sidaknews.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang tidak akan memberi ampun bagi siswa yang sering kedapatan tawuran usai jam pelajaran di sekolah.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdikpora Karawang Drs Nandang Mulyana saat berbincang dengan sidaknews.com belum lama ini.

Menurut Nandang, akhir-akhir ini banyak oknum pelajar di Karawang yang sering terlibat tawuran.Bahkan menurut dia, budaya tawuran di tingkat pelajar ini sudah masuk kepada taraf yang meresahkan.

“Coba kemarin saya lihat di koran siswa bawa gir,samurai,kemudian diberikan hukuman gigit benda sajam tersebut oleh Polisi.Saya kira ini sudah sangat miris,” katanya.

Untuk itu pihaknya berencana memberikan hukuman berat jika ada siswa yang kembali tertangkap baik saat akan melakukan tawuran ataupun sudah tawuran. “Pokoknya hukumannya harus tegas,siswa tersebut akan kita keluarkan dari sekolah,” tegas Nandang.

Bukan tanpa alasan,pihaknya mengaku sudah geram karena pembinaan dan pemberitahuan sudah sering disosialisasikan ke seluruh sekolah baik itu oleh Kepolisian ataupun oleh Disdikpora Karawang.Namun justru budaya tawuran di kalangan pelajar ini malah semakin meningkat dan memasuki tahap yang menghawatirkan.

“Kalau sudah berani bawa senjata tajam,apakah itu pantas masih disebut siswa?saya yakin kalau begitu sudah mengarah kepada hal-hal yang bersifat kriminal,” ungkapnya.

Sanksi tegas seperti ini,lanjut Nandang,juga sudah diterapkan dibeberapa sekolah khususnya SMK yang ada di Karawang.Salah satunya beberapa waktu lalu ada empat orang siswa SMK PGRI 1 Karawang (Baskar) dikeluarkan dari sekolah karena sudah lebih dari dua kali tertangkap oleh petugas akan melakukan aksi tawuran dengan siswa SMK lain. “SMKN 1 Tirtajaya juga begitu, kemarin ada tiga siswanya juga dikeluarkan. Hukuman tegas itu supaya menjadi efek jera bagi siswa lain,” katanya.

Ditanya soal faktor kenakalan pelajar ini terus meningkat,kata Nandang diantaranya faktor minimnya pengawasan orang tua dan masyarakat.Karena ia yakin kenakalan remaja ini terjadi di luar jam sekolah.

Sehingga kata dia,orang tua juga sudah seharusnya memberikan peran aktif agar mengawasi anaknya jika diketahui belum pulang ke rumah padahal sudah bukan waktu jam belajar.

Karena menurut Nandang,tanggung jawab pendidikan itu bukan hanya milik sekolah saja melainkan tanggung jawab semua pihak mulai dari guru,masyarakat,orang tua, dan dinas terkait.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mengumpulkan semua Ketua OSIS yang ada di Karawang.Nantinya mereka akan kita arahkan untuk membuat satu perjanjian untuk tidak melakukan aksi tawuran terulang kembali,” pungkasnya.(Karla)

 

Check Also

yayasan al idris dalam tahap pengerjaan gedung.

Perdana, Besok Yayasan Al Idris Buka Pendaftaran Santri Baru

Bintan, sidaknews. com – Yayasan Al Idris Kepulauan Riau pada 18 Januari 2017 mulai membuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>