Home » Berita Foto » Disebut ‘Pengemis’, LSM dan Wartawan Banten Mengamuk

Disebut ‘Pengemis’, LSM dan Wartawan Banten Mengamuk

Keterangan Foto: LSM dan Wartawan Rusak Pagar/Haryono.
Keterangan Foto: LSM dan Wartawan Rusak Pagar/Haryono.

SERANG – Puluhan massa dari berbagai elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan, melakukan aksi rusak pagar gerbang gedung Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Senin (16/3) siang.

Aksi pengrusakan pagar inu buntut dari kekesalan massa LSM dan wartawan yang disebut sering meminta uang oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Eneng Nurcahyati.

“Kami LSM dan wartawan merasa dihina dengan ucapan Eneng. Sebagai publik figur yang berpendidikan, Eneng seharusnya menjaga etika dalam setiap ucapan atau tindakan,” ucap Mulya, salah satu orator.

Tidak hanya dituntut menarik ucapannya dan meminta maaf, massa pengunjukrasa juga menuntut Plt Gubernur Banten Rano Karno mencopot Eneng Nurcahyati dari jabatannya. Jika tuntutan itu, para pendemo juga mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar.

“Kami merasa hina karena dianggap sebagai pengemis. Hanya ada satu kata dari kami, copot Eneng Nurcahyati dari jabatannya. Atau kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” ancam Sopwanudin, kordinator aksi.

Sebelum melakukan aksi di depan gedung Setda, massa LSM dan wartawan sempat melakukan aksi di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan. Setelah itu dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan massa bergerak ke gedung Setda. Namun keinginan pendemo untuk masuk ke dalam gedung dihadang blokade pasukan dalmas Polres Serang. Karena tak diijinkan masuk, massa hanya berorasi di gerbang gedung Setda.

Dalam orasinya, massa menuntut Rano Karno menemui pendemo. Namun baik Rano ataupun pejabat lainnya tidak ada yang mau menemui. Karena kesal, massa berusaha merengsek masuk namun terhalang pagar besi. Karena kesal, massapun akhirnya merobohkan pagar, sedangkan aparat hanya berusaha menghalangi massa masuk ke dalam halaman.

Tidak hanya itu, massa yang kesal karena tak ada yang mau menerimanya, akhirnya melakukan aksi duduk-duduk dijalan. Akibatnya, arus lalulintas menuju gedung Setda tidak dapat dilalui. Sementara seluruh kendaraan yang berada di halaman kantor, terpaksa harus menggunakan pintu darurat.

(sumber:Poskota)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>