Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dispenda Tebingtinggi Tertibkan Papan Reklame

Dispenda Tebingtinggi Tertibkan Papan Reklame

Keterangan gambar : TURUNKAN “Tim Gabungan Satpol PP, Dispenda, Polri dan Polisi militer menertibkan sekaligus menurunkan papan reklame miliki salah satu toko di Jalan Suprapto Tebingtinggi”.
Keterangan gambar :
TURUNKAN “Tim Gabungan Satpol PP, Dispenda, Polri dan Polisi militer menertibkan sekaligus menurunkan papan reklame miliki salah satu toko di Jalan Suprapto Tebingtinggi”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Operasi Gabungan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Satpol PP, Polri dan Polisi Militer Kota tebingtinggi melakukan penertiban terhadap papan reklame milik toko yang belum membayar retribusi pajak reklame, Rabu (3/12).

Penertiban dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tebingtinggi dari sektor pajak.

Terpantau banyak pemilik toko tidak membayar retribusi dengan alasan pihak sponsor yang memasang reklame dan bukan pemilik toko. Kadis Pendapatan Daerah, Jeffry Sembiring menjelaskan, bahwa sesuai dengan Undang-Undang No. 28 tahun 2009 tentang pajak retribusi daerah dan Perda Kota Tebingtinggi No 5 tahun 2011 tentang pajak daerah bahwa salah satu adalah pajak reklame.

Menurut Jefry, pajak reklame ini merupakan salah satu sumber PAD Kota Tebingtinggi dan berdasarkan audit BPK RI perwakilan Sumut tahun 2013, ada beberapa wajib pajak yang menunggak sehingga ini menjadi piutang pajak yang harus ditagihkan.

“Untuk menindaklanjuti hasil audit BPK RI tersebut, maka Dispenda berkordinasi dengan Satpol PP, Polri dan PM membentuk tim terpadu untuk menurunkan reklame yang tidak membayar pajak,” terangnya.

Diakui Jeffry, bahwa pihaknya tidak sembarangan menurunkan papan reklame milik toko-toko, tetapi sebelumnya telah menyurati wajib pajak agar membayar tunggakan pajak. “Oleh karena mereka tidak mengindahkan surat tagihan, maka kami turunkan papan reklamenya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Tebingtinggi, M Guntur Harahap mengatakan pihaknya hanya menjalankan tugas sebagai penertiban Perda yang ada. Menurutnya, diharapkan kepada pemilik reklame agar melunasi pajaknya yang belum dibayar karena hasilnya merupakan sumber PAD Tebingtinggi dan nantinya ini dipergunakan untuk pembangunan.

“Hendaknya kita mentaati Perda yang ada, karena seharusnya kita juga bisa menjadi orang yang taat pajak,” imbuh Guntur. (Hans)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *