Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Distanhut Anambas Di anggap Keliru Menilai Hutan Manggrove Desa Temburun

Distanhut Anambas Di anggap Keliru Menilai Hutan Manggrove Desa Temburun

Kabid Perijinan BLH LILIK membaca Berita Pembabatan Hutan Bakau Desa Temburun.
Kabid Perijinan BLH Kabupaten Anambas, LILIK membaca Berita Pembabatan Hutan Bakau Desa Temburun.

Anambas,Sidaknews.com – Hutan Manggrove Hutan bakau yang merupakan bagian penting dalam ekosistem di daerah pesisir maupun daerah terluar atau daerah perbatasan Laut cina selatan. Indonesia kaya akan pulau-pulau, baik itu pulau kecil maupun pulau besar, sehingga tidak salah apabila indonesia bisa dikatakan salah satu negara yang memiliki paling banyak hutan mangrove.

khusus daerah Kepulauan Riau, Kabupaten Kepulauan Anambas dimana hutan Maggrove boleh dikatakan hampir punah dibabat oleh tangan-tangan jail yang tidak mau bertanggungjawab.

Menurut beberapa orang masyarakat Kabupaten Kkepulauan Anambas, mulai sadar akan adanya Hutan Manggrove yang ada bebrapa titik didaerah Anambas. Hal ini disampaikan oleh Anuar salah satu warga Tarempa kepada media ini.senin.(29/9)

Dari penelusuran awak Media ini, Selama ini masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas masih tabu dan belum mengerti tentang apa manfaat dari hutan Manggrove.

Anuar mengaku salah satunya pengurus LSM Gebrak yang bergerak dibidang Pencinta Lingkungan KKA, saat dikopermasi media ini tentang kerusakan Hutan Bakau yang ada dibeberapa titik, diatara 52 Desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tim Sidaknews Menelususri Kebenaran Pembabatan Hutan Bakau Di Desa Temburun.
Tim Sidaknews Menelususri Kebenaran Pembabatan Hutan Bakau Di Desa Temburun.

kita sangat kanget dan menyesalkan akan hal ini, dimana keberadaan hutan Bakau yang di daerah Temburun habis dibabat oleh PT.Putra Bentan asal Tanjungpinang. Padahal menurutnya, hutan Bakau yang ada disekitar daerah Temburun perlu dijaga dan dilestarikan dan dijadikan sebagai daerah objek wisata, sehingga perlu dipertahankan kelestarian hutan bakau yang ada disekitarnya.

Masih menurut Anuar, Pemerintah boleh saja alih pungsi hutan Bakau, jika ada penanggungjawab dari pihak ketiga atau perusahaan tersebut, dengan catatan, segala administrasi soal perizinan harus lengkap.

Disayangkan, pihak Perusahaan tersebut belum ada mengantongi sepotong surat perijinan, dalam hal ada dugaan, bahwa pihak perusahaan terkesan mengabaikan peraturan pemerintah daerah dan pusat.

Dalam hal ini kita minta kepada penegak hukum ada di wilayah ini segera mengambil tindakan, apakah layak sebuah perusahaan membangun dengan semena-mena tampa ada memiliki izin pembangunan.Ujar Anuar.

Dalam Penelusuran media ini Kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Anambas, saat dikomfirmasi kabid perizinan, Lilik mengatakan, bahwa pihak perusahan belum mempunyai izin dan mendaftarkan diri.

Hal ini juga dipertegas oleh Lilik, seharusnya untuk mendirikan suatu bangunan khususnya di daerah lahan Maggrove perlu ada suatu surat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, ternyata pihak perusahaan PT.Putra Bentan belum ada memiliki izin dari kita, dan perlu ada suatu ketegasan agar tidak semena-mena membangun diatas lahan Manggrove.Ujarnya.

Ditempat terpisah, Kherul staf Pekerjaan Umum kabupaten Anambas saat dikomfirmasi seputar pembabatan Hutan Manggrove di desa Temburun tepatnya di lokasi bangunan, diakuinya, memang sudah ada surat tembusan dari pihak kehutanan maupun PLHUT kabupaten Anambas tentang kerusakan Hutan Bakau. Namun Kherul membantah jika hutan bakau yang dibabat oleh pihak perusahaaan, saya rasa pihak Distanhut keliru menyampaikan hal ini.tegasnya.(Rohadi)

Check Also

Bupati Soekirman: Dengan Xpansi Kita Tunjukkan Kepedulian Pada Dunia Pendidikan dan Kelestarian Alam

*Pemkab Sergai Gelar Kegiatan Xpansi, Sergai, sidaknews.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *