Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dituding langgar etika, BK DPR panggil Priyo usai reses

Dituding langgar etika, BK DPR panggil Priyo usai reses

Priyo Budi Santoso. ©2012 Merdeka.com
Priyo Budi Santoso. ©2012 Merdeka.com

Badan Kehormatan (BK) DPR segera memanggil Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, setelah masa reses. Pemanggilan itu dilakukan terkait laporan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi soal pelanggaran etik diduga dilakukan Priyo, dalam hal memfasilitasi sembilan narapidana perkara korupsi meminta revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 / 2012 tentang pengetatan pemberian remisi.

Ketua BK DPR, Trimedya Panjaitan, mengatakan, laporan koalisi masyarakat sipil ke BK DPR kemarin akan segera diteruskan secara terbuka. Menurut dia, BK akan memanggil Priyo sebagai pihak terlapor dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi sebagai pelapor.

“Kita akan tindaklanjuti pengaduan itu. Pelapor akan kita undang, termasuk terlapor,” kata Trimedya, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/7).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan, pemeriksaan terhadap Priyo akan dilakukan setelah masa reses. Hal itu guna membuktikan apakah memang ada pelanggaran kode etik dilakukan Priyo, seperti dituduhkan oleh lembaga nirlaba Indonesia Corruption Watch dan kawan-kawan itu.

“Dari situ baru kita lihat, apakah ada pelanggaran yang dilakukan,” tegas Trimedya.

Beberapa waktu lalu, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi meminta BK DPR segera memanggil dan memeriksa Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso terkait pelanggaran kode etik anggota dewan. Priyo diduga telah melanggar etika karena dituding memfasilitasi sembilan narapidana meminta revisi PP nomor 99 Tahun 2012 tentang pengetatan remisi bagi napi korupsi, teroris dan narkoba ke presiden.

Selain itu, Priyo juga dilaporkan karena telah mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin di Bandung, dan bertemu hingga lewat waktu dengan para terpidana korupsi, salah satunya Fahd El Fouz alias Fahd A. Rafiq, di Lapas itu. Hal itu dilakukan Priyo dua hari usai Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, menjatuhkan putusan terhadap dua koruptor pengadaan Alquran, Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendi Prasetya Zulkarnaen Putra. Dalam persidangan itu, nama Priyo muncul lantaran disebut diberi komisi dari pengurusan proyek pengadaan Alquran itu.

Sumber:merdeka.com

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *