Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dituntut 5 Tahun Penjara Mantan Kasi Keamanan Lapas

Dituntut 5 Tahun Penjara Mantan Kasi Keamanan Lapas

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Mantan Kepala Seksi Keamanan Lembaga Permasyarakatan kelas II Tanjungpinang Masnur alias Buyung alias Boy (44), dituntut selama lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum, Selasa (13/5). Sementara itu, rekannya Samad (49) juga dituntut dengan hukuman yang sama tidak ada perbedaan.

JPU Rebuli Sanjaya saat ditemui di Pengadilan Negeri, Rabu (14/5), mengatakan, Masnur alias Buyung dan Samad dituntut selama lima tahun penjara. Kedua terdakwa juga didenda sebesar Rp 800 juta. Bilang uang denda tak mampu dibayar keduanya, maka hukumannya ditambah tiga bulan lagi.

“Pasal yang terbukti adalah pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” ujarnya.

Sidang vonis keduanya akan digelar pekan depan. Sanjaya memaparkan isi dakwaan kedua terdakwa. Masnur dan Samad ditangkap pihak kepolisian Polres Tanjungpinang pada 8 Januari lalu sekitar pukul 23.30 di Jalan Adi Sucipto Batu 12 Tanjungpinang.

Sebelum aksi penangkapan itu, Mansur dan Samat sedang berada di wilayah Wacopek, Bintan Timur, sekitar pukul 18.00. Masnur dihubungi oleh rekannya MU (DPO) yang ingin membeli narkotika jenis sabu.

Masnur diminta mencarikan setengah saksi narkotika. Jika berhasil, maka Masnur akan diberi upah dalam bentuk sabu. Masnur minta ditemani dalam mencari sabu tersebut. Masnur lalu menghubungi PCU (DPO).

Setelah berhasil dihubungi, barang haram itu dijemput di Batu 18 arah Kijang. Masnur mengemudikan mobil Toyota Avanza BP 1308 WY. Sampai di lokasi, Masnur turun dari mobil bertemu dengan PCU.

Semenetara itu, Samad tetap tinggal di atas mobil. Satu paket sabu diterima Masnur dari Pak Cik Udin.
Kemudian, Masnur kembali ke Wacopek. MU dihubungi agar menjemput narkoba tersebut.Setelah bertemu, MU memintan Masnur membuka paket sabu tersebut. Masnur diminta mengambil bagiannya sedikit.

Uang pembayaran atas sabu itu dijanjikan MU diberikan sekitar pukul 21.00. Setelah MU pergi, Masnur merakit alat hisap sabu miliknya.

Samad diminta ikut “nyabu.” Lagi asyik menghisap sabu, Masnur dihubungi DI (DPO) agar dicarikan sabu seharga Rp 300 ribu.Karena sisa sabu upah tadi masih ada, Masnur mengatarkan paket tersebut ke Batu 12 untuk melakukan transaksi dengan DI. Sabu itu disimpan di dalam rokok Sampoerna Mild merah. Sampai di lokasi yang disepakati, Mansur melempar kota rokok tersebut ke sebelah pintu mobil. Tiba-tiba, dua anggota polisi datang menyergap.(Red)

 

Check Also

Salah satu Sertifikat praktek kerja industri.

Siswa SMKN 1 Malili Lulusan 2016 Masih Ada Yang Belum Menerima Ijazah

Lutim, sidaknews.com – Beberapa siswa SMKN 1 Malili tahun ajaran 2016 lalu, tidak menerima ijazah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>