Home » Berita Foto » Divonis 2,5 Tahun Penjara Karena Korupsi, Jasman Harun Pasrah

Divonis 2,5 Tahun Penjara Karena Korupsi, Jasman Harun Pasrah

 

Jasman Harun usai menerima vonis di Pengadilan Tipikor (PN) Tanjungpinang.
Jasman Harun usai menerima vonis 2,6 tahun di Pengadilan Tipikor (PN) Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Tak ada kata penolakan atau mengutarakan banding terlontar dari mulut Jasman Harun, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Natuna. Ia hanya pasrah, ketika hakim memvonis dirinya selama dua tahun dan enam bulan penjara dalam kasus korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011.

“Terima pak hakim!,” ujar Jasman ketika dimintai tanggapan oleh hakim yang dipimpin Parulian Lumbantoruan usai membacakan amar putusannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (12/11/2014).

Dalam amar putusan hakim, Jasman Harun terbukti bersalah melakukan korupsi dalam proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011 dengan pagu dana Rp 5 miliar tersebut.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama dua tahun dan enam bulan penjara,” terang Parulian.

Sebelum menjatuhkan putusannya, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Yang memberatkan, tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga.

Selain hukuman badan, hakim juga menghukum terdakwa dengan hukuman denda senilai Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. Akan tetapi, Jasman Harun tidak dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara yang timbul dalam kasus ini.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dipimpin Bambang Wijayanto yang sebelumnya menuntut terdakwa selama dua tahun dan enam bulan penjara dengan hukuman denda senilai Rp 50 juta subsider enam bulan penjara dan tidak dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara yang timbul dalam kasus ini.

Ia terbukti bersalah melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain Jasman, dalam kasus ini, tiga Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) atas nama Agus Ferdian yang menjabat sebagai ketua PPHP, Idrawadi sebagai sekretaris dan Tasimun sebagai anggota dan Fredi Ferdianto alias Kim Tjhiu selaku pemilik toko penyedia barang, Asmadi sebagai Direktur CV Segi Lima Group.

Sebagaimana diketahui, adapun modus yang dilakukan para terdakwa sesuai dalam amar putusan hakim, yakni para terdakwa melakukan manipulasi harga barang sehingga tidak sesuai dengan spek. Beberapa item barang yang disediakan juga banyak yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Adapun kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut, menurut hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan berdasarkan hasil penelitian Kementrian Perindustrian berkisar Rp2,4 miliar. (Rindu Sianipar)

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>