Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Divonis Empat Tahun Penjara, Gustian Bayu Masih Mikir

Divonis Empat Tahun Penjara, Gustian Bayu Masih Mikir

-Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Lahan USB Tanjungpinang

Terdakwa Gustian Bayu saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Foto: dok
Terdakwa Gustian Bayu saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Foto: dok

Tanjungpinang, sidaknews.com – Gustian Bayu, terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang divonis majelis hakim selama empat tahun penjara karena dinilai terbukti bersalah.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara,” ujar Majelis Hakim yang dipimpin Parulian Lumbantoruan membacakan amar putusannya, Selasa (3/3) di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Selain itu, Gustian Bayu juga dikenakan hukuman membayar denda sebesar Rp 100 juta. Jika tidak dibayar akan diganti dengan hukuman tiga bulan penjara.

Menurut hakim, Gustian Bayu terbukti melanggar ketentuan pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider jaksa.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa Zaldi Akri dari Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut terdakwa selama tujuh tahun dan enam bulan penjara.

Selain hukuman badan, mantan Kasubbag Agraria di Sekretariat Daerah Pemko Tanjungpinang ini juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara.

Jaksa menilai, terdakwa telah terbukti bersalah melanggar ketentuan pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam dakwaan primer.

Terhadap putusan tersebut, Gustian Bayu mengatakan masih pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau menerima, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

“Kita masih pikir-pikir,” ujar Gustian Bayu melalui kuasa hukumnya Sri Ernawati.

Sebagaimana diketahui, selain Gustian Bayu, kasus ini juga melibatkan Dedi Chandra yang telah menerima vonis dari hakim pada persidangan terpisah.

Selain itu juga melibatkan, Syafrizal mantan Plt Camat Tanjungpinang dan Yusrizal, mantan Kasi HT BPN Tanjungpinang yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Keempatnya merupakan anggota Tim 5 (tim penilai harga) dalam pembebasan lahan.(Rindu Sianipar)

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *