Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Divonis Hakim Bersalah Selewengkan BBM, Tole Cs Pasrah

Divonis Hakim Bersalah Selewengkan BBM, Tole Cs Pasrah

-Kasus BBM Bersubsidi Hasil Tangkapan Intel Kodim 0315/Bintan.

Tole, salah satu terdakwa kasus BBM usai menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (29/1). Foto: Rindu Sianipar.
Tole, salah satu terdakwa kasus BBM usai menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (29/1). Foto: Rindu Sianipar.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Syahgunandar, Bimo, Jupen Sius, Febriansyah, empat terdakwa kasus penyelewengan BBM bersubsidi divonis hakim bervariasi.

Febriansyah divonis lebih ringan yakni 10 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan penjara.

Sementara itu, Jupensius, Tole, Bimo divonis sama yakni satu tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman dan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ujar majelis hakim yang dipimpin Fathul Mujib di PN Tanjungpinang, Kamis (29/1).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Rudi Sagala yang sebelumnya menuntut terdakwa masing-masing satu tahun dan enam bulan penjara.

Selain hukuman badan, para terdakwa juga dituntut hukuman denda senilai Rp10 juta subsider lima bulan penjara.

Dalam amar putusan hakim, para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar ketentuan pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas).

Sementara itu, sejumlah fasilitas yang digunakan terdakwa dalam proses pengangkutan BBM bersubsidi tersebut disita untuk negara.

Fasilitas tersebut yakni berupa sebuah kapal jenis Tugboat, Kapal Motor (KM) Lautan Kakap.

“Dan satu unit mobil tanki warna biru bernomor polisi BP 8187 TY (plat asli BP 8073 TY-red) bersama dengan muatannya disita untuk negara,” papar Fathul.

Terhadap vonis tersebut, para terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya EW Papilaya mengatakan menerima, sementara jaksa mengatakan masih pikir-pikir.

Sekedar diketahui, kasus ini semula diungkap jajaran Unit Intel Kodim 0315/Bintan akhir bulan Agustus 2014 lalu.

Saat itu, para terdakwa sedang melakukan pelansiran BBM bersubsidi dari mobil tanki ke Tugboat di sebuah pelabuhan yang berada di sekitar Madong, Senggarang Tanjungpinang.

Di persidangan terungkap, jika mobil tanki diketahui fasilitas bantuan hibah dari Wali Kota Tanjungpinang untuk warga di Kelurahan Teluk Keriting Tanjungpinang.

Sedangkan pemilik Tugboat dan asal usulnya belum diketahui hingga saat ini. Terdakwa Jupen Sius yang merupakan nahkoda kapal mengaku tidak mengetahui asal usul kapal.

Meski tidak memiliki Surat Izin Berlayar (SIB), ia nekat membawa kapal karena dijanjikan upah sebesar Rp 2,5 juta oleh seseorang yang dikenalnya bernama Jhon (DPO).

Kasus ini juga sempat menyeret nama Agung Triyanto, anggota DPRD Tanjungpinang yang disebut-sebut berperan sebagai penyandang dana.

Di persidangan sebagai saksi, Agung membantah terlibat dalam pusaran kasus BBM ini, begitu juga dengan pengakuan para terdakwa .

“Saya kenal terdakwa (Tole) karena ia anggota saya di organisasi yang saya pimpin,” kata Agung menceritakan hubungan dirinya dengan terdakwa. (Rindu Sianipar)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *