Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » DJBC Kepri Amankan 4 Kapal Dalam Sepekan

DJBC Kepri Amankan 4 Kapal Dalam Sepekan

KM.Sinar Laut Jaya
Keterangan Foto: KM.Sinar Laut Jaya saat diamankan oleh DJBC Kepri, tampak dilindungi oleh dokumen FTZ.

-Maraknya Barang Eks Batam Masuk Tampa Dukumen.

KARIMUN,Sidaknews.com — Modus operandi Empat kapal pengangkut sembako eks Batam menuju Tembilahan dan Lingga berhasil di tegah oleh Kapal patroli dari kantor Wilayah (Kanwil)Khusus Direktorat jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri di TanjungBalai karimun Kepulauan Riau tanpa di lindungi dokumen FTZ.

Dari Press Conference hasil penindakan Patroli Laut Kanwil DJBC Kepulauan Riau,ada empat kapal yang berhasil di tegah adalah,KM.Sadi jaya,mengangkut 120 karung beras dan 10 karung Gula.

Dimana barang tersebut berasal dari toko se-Batam menuju Tembilahan,lokasi penegahan di sekitar perairan Tg.kelingking dengan posisi koordinat 00.50’-54’U/104’02-24’T,perkiraan nilai barang Rp.40.000.000,- serta kerugian Negara di perkiraan materill,Rp.10.000.000,-penegahan ini di lakukan oleh kapal patrol BC-10022 dengan komandan patrol sdr Jumat.

Kronologis penangkapan pada hari kamis 26 februari 2015 pukul 11.30 Wib di perairan Tg.kelingking BC-10022 melakukan penegahan terhadap KM.Sadi Jaya yang membawa barang larangan pembatasan import berupa beras dan gula tanpa dokumen pelindung yang sah dari Batam tujuan Tanjung Uban,kapal ,muatan beserta ABK di giring menuju kantor wilayah DJBC Khususu Kepri untuk proses lebih lanjut.

Keterangan Foto: Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti, Budi Santoso
Keterangan Foto: Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti, Budi Santoso DJBC kepri.

KM Fitra membawa 200 karung beras dan 20 karung gula dengan nilai Rp 45.000.000,-dengan kerugian Negara materill Rp.10.000.000,-dengan berimplikasi kepada terganggunya pasar beras dan gula di dalam negeri.

Kronologis kejadian berawal dari penegahan yang di lakukan oleh kapal patrol BC-10022 terhadap KM.Fitra 2 yang membawa barang larangan pembatasan import berupa beras dan gula tanpa dokumen pelindung yang sah dari Batam menuju tanjung Uban pada hari Kamis 26 Februari 2015 sekitar pukul 11.30 WIB di perairan Tanjung kelingking.kapal muatan beserta ABK di giring menuju kantor wilayah DJBC Khusus Kepri untuk proses lebih lanjut.

Kemudian,KM.Doa Bersama berbendera Indonesia dengan jenis barang 160 karung beras dan 120 karung Gula dari setoko Batam dengan tujuan Tembilahan,perkiraan nilai barang Rp.50.000.000,- serta perkiraan materil kerugian Negara sebesar Rp.10.000.000,-berimplikasi terganggunya pasar beras dan gula di dalam negeri.

Selanjutnya,KM.Sinar Laut Jaya,kapal yang berbendera Indonesia dengan satu nahkoda dan du aorang ABK ini membawa 103 karung beras,5 ctn Wine Carlo Rossi 85 dan barang campuran lainya,barang tersebut di bawa dari jembatan enam Pulau Batam dengan tujuan daik Lingga,di tegah di perairan Pulau Abang, dengan nilai baran g Rp.50.000.000,- serta kerugian Negara di perkirakan sebesar Rp.10.000.000.

Untuk penegahan kronologis kejadian KM.sinar Laut Jaya yang membawa 103 karung beras ,5 Ctn wine Carlo Rossi 85 dan barang campuran lainya tanpa dokumen pelindung yang sah dari jembatan enam batam dengan tujuan Daik Lingga pada hari Senin 02 Maret 2015 pukul 07.30.Wib di perairan Pulau Abang,kapal beserta ABK di giring menuju Kantor wilayah DJBC Khusus Kepri untuk proses lebih lanjut.

Menurut Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti, Budi Santoso dari empat kapal yang ditangkap karena membawa muatan tanpa dokumen yang resmi dari daerah FTZ, belum ada yang jadi tersangka.ketika di wawancari media ini hari Selasa (03/03) di Markas Kanwil DJBC Kepri di Karimun Meral.

“Ada enam orang yang semuanya masih menjalani pemeriksaan. Yang jelas, masalah beras menjadi perhatian pemerintah pusat, karena kenaikan harga beras di pasar lokal. Selain itu, saat ini pemeritah telah menutup keran impor beras,” jelasnya.

Untuk diketahui, lanjut Budi, sepanjang 2015 ini BC telah melakukan 19 kali penindakan terhadap kegiatan impor dan ekspor ilegal.

Dari jumlah tersebut, 12 kali yang berhasil ditangkap adalah kapal yang membawa beras, baik dibawa dari Batam mau pun yang langsung dibawa dari Malaysia. Dan, pihaknya tetap berkomitmen untuk membantu melaksakan atutran-aturan dari instansi terkait,”Terang Budi.

Alasan penindakan,kata Budi,Diduga tidak terpenuhi ketentuan tata niaga impor di mana barang yang di angkut merupakan barang yang terkena atura larangan pembatasan denga pasal 53 ayat 4 UU no 17 tentang kepabeanan,”barang yang di kuasai Negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 68, kecuali terhadap barang yang di maksud di tetapkan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,”pasal 68(1) Undang-undang no.10 tahun 1995 tentang kepabeanan,”jelas Budi.(UD0/M.ALI)

Check Also

Hadapi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter), Dandim 0104/Atim Apelkan Anggota.

Hadapi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter), Dandim 0104/Atim Apelkan Anggota

Langsa, sidaknews.com – Komandan Kodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, SE apelkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>