Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Doa Bersama siswa SMA/SMK Jelang UN

Doa Bersama siswa SMA/SMK Jelang UN

Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah SH
Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah SH, Saat memberikan arahan kepada Siswa SMA/SMK Se-kota Tanjungpinang dan Berdoa Bersama dalam menjelang Ujian Nasional (UN) di Mesjid Agung Al Hikmah.Sabtu (12/4).

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Menjelang pelaksanaan UN (Ujian Nasional) tingkat SMA/SMK yang akan berlangsung pada 14-16 April mendatang, seluruh siswa SMA/SMK se-Kota Tanjungpinang menggelar acara doa bersama di Mesjid Agung Al Hikmah, Sabtu (12/4).

Dengan dipimpin oleh Ketua MUI Kota Tanjungpinang Bambang Maryono, Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH yang didampingi Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang Dadang.HZ serta seluruh kepala sekolah SMA/SMK ikut berdoa bersama memohon kelancaran dan berharap tidak menemukan kendala yang berarti dalam pelaksanaan UN nanti.

Dadang menyebutkan, persiapan menghadapi UN sudah dilakukan sejak awal Tahun ajaran 2013/2014 dimasing-masing sekolah dibawah koordinator kepala sekolahnya. Try Out pun sudah sering diadakan, dan segala upaya dirasakan sudah maksimal. “Upaya maksimal sudah kita lakukan. Terakhir, tinggal berserah kepada Allah.

Makanya kita adakan doa bersama.” Kata Dadang. Adapun jumlah peserta UN tahun ini, lebih lanjut dikatakan Dadang, ada sebanyak 1.621 siswa SMA/MA/SMA-LB dan 1.310 siswa SMK.

Dihadapan para siswa yang akan melangsungkan UN pada tanggal 14 April besok, Lis menegaskan bahwa UN bukanlah akhir dari segalanya, namun justru sebaliknya. “UN adalah proses awal dalam melangkah untuk mencapai suatu cita-cita.” Katanya. “Menjadi tamatan SMA bukan the end, tapi adalah beginning. Karena, setelah lulus SMA akan dilanjutkan dengan kuliah. Masa-masa kuliah ini juga merupakan proses yang panjang.” Ujarnya lagi.

Selain itu, Lis juga berbagi tips untuk para siswa dalam menghadapi UN. “Pertama, yakinlah bahwa semua yang hadir dalam doa bersama ini akan lulus. Kedua, jangan meremehkan pelajaran. Dan yang ketiga, jangan percaya ‘lemparan maut’.” Ungkapnya. Yang dimaksud ‘lemparan maut’ adalah kunci jawaban yang belum pasti kebenarannya. Soal UN kali ini dijamin tidak bocor, karena setiap siswa akan menerima soal yang berbeda.

Lebih lanjut dikatakan Lis, doa bersama ini merupakan salah satu bentuk motivasi dan perhatian pemerintah akan kelancaran pelaksanaan UN. Selain itu, Lis juga berpesan kepada para pengawas agar tidak ada lagi ‘pengawas killer’. Karena para guru, kepala sekolah, serta pengawas bertanggungjawab dalam menjaga kondisi psikologis para siswa peserta UN agar tetap merasa nyaman dalam mengerjakan soal ujian.(Red/hms)

 

 

 

Check Also

Pertahanan Semesta Membangun Kemanunggalan TNI-RAKYAT

Lhokseumawe, sidaknews.com – TNI merupakan alat pertahanan Negara untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *