Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » DPRD Didesak Pergunakan Hak Interpelasi Berhentikan Bupati Ade Swara

DPRD Didesak Pergunakan Hak Interpelasi Berhentikan Bupati Ade Swara

Pengurus Golkar Karawang.
Pengurus Golkar Karawang.

KARAWANG,sidaknews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Karawang mendesak agar Bupati Karawang Ade Swara secepatnya mengundurkan diri dari jabatannya.

“Rakyat Karawang saat ini membutuhkan kenyamanan dan ketenteraman di segala aspek termasuk terlayaninya dengan baik dan benar minimal di kepentingan urusan admitrasi,dan selama empat tahun kepemimpinan Ade Swara juga banyak di nilai sangat amburadul,” ujar Sekretaris DPD Golkar Karawang Timi Nurjaman.

Bahkan Timi mengatakan banyak kader dan simpatisan Golkar Karawang memberikan masukkan kepada DPD Golkar agar Fraksi Golkar di DPRD Karawang bisa menggunakan hak interpelasi pemberhentian Ade Swara sebagai Bupati Karawang karena sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

“Ya artinya DPRD khususnya Fraksi Golkar juga tidak diam saja dengan kondisi masyarakat Karawang yang membutuhkan kepastian.Pergunakanlah hak interpelasi demi Karawang yang sedang dalam kondisi sakit segara sembuh,” ujar Timi.

Dengan makin gencarnya KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan yang ditindaklanjuti oleh penyitaan ke aset-aset milik H.Ade Swara dan istrinya,kemungkinan besar kata dia, untuk statusnya dari tersangka bisa menjadi terdakwa sebagaimana yang telah dijeratkan KPK kepada dirinya.

“Memang selama ini banyak argumen dan mencuat kepermukaan bakal baliknya yang bersangkutan (Ade Swara) dan memimpin kembali, itu bukan satu patokan kebenaran apalagi namanya urusan dengan KPK belum pernah ada dalam sejarahnya para pelaku yang sudah di tangkap namun bisa lolos dari jeratan hukum yang disandangkan ke pelaku,” katanya.

Untuk itu, atas nama DPD Partai Golkar, Timi mendorong kepada fraksi partai Golkar atau pun meminta fraksi lainnya untuk menggunakan hak interpelasi atau apapun bentuknya demi pemerintahan di Kabupaten Karawang kembali berjalan normal.

“Kondisi Karawang saat ini seakan hidup tak mau mati pun segan,” ungkapnya.

Timi menambahkan, terjeratnya Bupati Karawang oleh KPK bukan oleh lawan politik atau dijebak,melainkan itu adalah buah dari keserakahan dan prilakunya yang buruk selama empat tahun.Jadi kata dia, tidak satu alasan apapun H.Ade swara dan istrinya harus menyalahkan musuh politiknya karena telah ditangkap KPK.

“Sudah cukuplah selama empat tahun ia memimpin yang berakibat morat-maritnya Karawang,utama dengan dagelan wani pironya.Sudahlah jangan menambah dosa-dosa lain dengan cara mempertahankan jabatan bupatinya,jika itu tetap dipegang sama dengan mempersulit diri sendiri,menyulitkan rakyat termasuk menambah pundi-pundi dosa karena dengan tetap mempertahankan jabatan sama dengan menyengsarakan rakyat Karawang,” tegas Timi.

Ia menyarankan sebaiknya Bupati Karawang mundur dengan terhormat sebelum datang hak interpelasi dari DPRD Karawang atau pun bentuk lainnya, khususnya sikap itu pasti datang dari fraksi Golkar.

“Kasihani lah rakyat yang tidak berdosa kini merasa sangat kesulitan akibat bupati kurang legowo mengundurkan diri dari jabatan yang ada,” katanya.

Timi yakin, bupati adalah orang beragama yang taat dan patuh hukum dan mengerti kebutuhan rakyatnya saat ini. “Jika saja tidak maka Golkar Karawang akan menjadi fraksi pertama yang mengajukan interpelasi atau pun upaya-upaya lain demi Karawang sembuh dari sakitnya,” pungkas Timi. (ega)

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>