Home » Berita Foto » Dua Anak Punk Terjaring Razia Yustisi, Yang Lain Kabur!

Dua Anak Punk Terjaring Razia Yustisi, Yang Lain Kabur!

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

Tanjungpinang, sidaknews.com – Dua anak punk asal Jambi terjaring razia Yustisi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sekitar kompleks Bintan Center KM 9 Tanjungpinang, Selasa (3/2) malam lalu.

Saat pelaksanaan razia pada hari itu, petugas menemukan lebih dari dua anak punk, akan tetapi saat digerebek petugas mereka berhasil melarikan diri. Selain mengamankan keduanya, di sana, Satpol PP juga mendapati sebuah tas berisikan dompet dan KTP atas nama Zainul.

Terhadap penemuan tersebut, keesokan harinya, Rabu (4/2) sore, Kepala Bidang Operasional Satpol PP, Omrani beserta pasukannya kembali melakukan razia lanjutan.

Kali ini, petugas menyisir di lima lokasi utama yang disinyalir sering menjadi tempat para anak punk mengamen. Lima lokasi tersebut, diantaranya taman Bintan Center, persimpangan lampu merah lapangan Pamedan.

Persimpangan lampu merah Batu 10, Persimpanganan lampu merah Batu 6 dan Persimpangan Batu 8. Selain itu lokasi, petugas juga sebelumnya telah mendapatkan informasi alamat tempat menginap para anak punk tersebut.

Sebelum melakukan penertiban sore harinya, pagi harinya kantor Satpol PP juga didatangi tamu pemilik tas dan KTP yang berpenampilan seperti anak punk.

Saat itu yang hadir, Ridwan perantauan asal Cianjur bersama temannya Zainul yang juga pendatang asal Cilacap. “Pada malam itu kami mengejar anak punk, di dalamnya terdapat tas berisi KTP. Diduga yang punya lari. Lalu sekarang dia datang,” ujar Omrani.

Memang, kata petugas, selama ini mereka tidak berbuat kerusuhuan, namun karena info dari masyarakat mereka terkadang menggedor jendela pengemudi mobil untuk memaksa meminta uang ketika mengamen.

“Belum lagi mereka juga dianggap meresahkan warga. Rata-rata mereka pendatang,” ujar Omrani.

Akhirnya, Ridwan yang hanya ingin menemani temannya Zainul ke kantor Satpol PP di Tepi Laut malah ikut menjadi bahan pertanyaan bagi petugas Satpol PP. Penampilannya yang nyentrik dan bertato seperti layaknya anak punk membuat Ridwan dan Zainul harus turut didata oleh petugas.(Rindu Sianipar)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>