Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dua Model Cantik dan Oknum Polisi Jalani Sidang Perdana

Dua Model Cantik dan Oknum Polisi Jalani Sidang Perdana

-Kuasa Hukum Keberatan Terdakwa Pakai Baju Tahanan

Amri
Bersama kuasa hukumnya, terdakwa M Amri (pakai songkok) diikuti dua terdakwa lainnya usai menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (3/2). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Dua model Tanjungpinang, Titin Damiati alias Kinda Kirana (18) dan Deslika alias Lika (24) bersama Muhamad Amri (28),seorang oknum polisi menjalani persidangan perdana dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di PN Tanjungpinang, Senin (3/2).

Pantauan di lapangan, persidangan ketiga terdakwa cukup menyedot perhatian para pengunjung sidang, begitu juga dengan sejumlah awak media. Bahkan, ada pengunjung yang “nyeletuk” seperti menggambarkan rasa kagumnya terhadap paras cantik kedua terdakwa.

“Terdakwanya cantik ya. Model ya?,” ujar seorang pengunjung yang enggan namanya ini dipublikasikan. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa ini dipimpin Majelis Hakim Parulian Lumbantoruan dan dua hakim anggota Bambang Trikoro dan Eryusman.

Saat persidangan tengah berlangsung, kuasa hukum ketiga terdakwa Habdi Sugeng Kumoro menyampaikan permintaan agar kliennya dapat menjalani proses sidang dengan tidak menggunakan baju tahanan.

“Kita harapkan, minimal saat berada di dalam ruang sidang, terdakwa tidak memakai baju tahanan. Kalau di luar sidang kita persilahkan,” kata Habdi Sugeng menyampaikan keberatannya. Terhadap permintaan kuasa hukum terdakwa, hakim akan mempertimbangkannya, begitu juga dengan jaksa.

“Kita kan pertimbangkan nanti, kalau pakai baju tahanan, ya saya rasa sudah sesuai dengan aturan,” kata Parulian menanggapi permintaan kuasa hukum terdakwa.

Para terdakwa didakwa pasal berlapis yakni pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika jo pasal 55 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa Rudi Bona Sagala, ketiga terdakwa diamankan jajaran Satnarkoba Polres Tanjungpinang ketika diduga sedang menggelar pesta narkoba di sebuah rumah kontrakan di kawasan Perumahan Pinang Mas Residence di Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) KM 8 Tanjungpinang sekitar 27 September 2014 yang lalu sekitar pukul 12.00 Wib.

Saat itu, penggerebekan di rumah kontrakan tersebut, dipimpin langsung Wakil Kepala (Waka) Polres Tanjungpinang, Kompol Hilman Wijaya bersama jajarannya setelah sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat. Dalam dakwaan jaksa, rumah kontrakan tersebut ditempati Deslika dan Titin, sedangkan Amri tengah berkunjung dan tidur di dalam kamar yang ditempati Titin saat penggerebekan terjadi.

“Petugas menjumpai ketiganya berada dalam rumah. Yang mana saat itu, Amri berada satu kamar dengan Titin di kamar belakang. Sedangkan Deslika menempati kamar depan sendiri saja,” urai jaksa dalam dakwaannya.

Jaksa memaparkan, dugaan pesta narkoba bermula 27 September 2014 sekitar pukul 05.00 Wib, Deslika baru saja pulang dari Aston dan Volcano Pub bersama temannya, dan sempat membeli sarapan pagi. Deslika kemudian datang ke rumah kontrakan. Tiba di sana, sudah ada Titin dan Amri.

Titin saat itu meminta obat (pil ekstasi) ke Deslika. Permintaan itu disanggupi. Bukan hanya menyerahkan pil, Deslika juga menyiapkan dua paket sabu sembari menuju kamar yang ketika itu ada Amri di dalamnya. “Terdakwa Amri hanya mengambil dua butir ekstasi saja, kemudian dipecah menjadi tiga bagian,” urai jaksa.

Namun, kegiatan (dugaan pesta narkoba-red) para terdakwa terhenti ketika penggerebekan dilakukan petugas yang dipimpin langsung Wakapolres Tanjungpinang. Saat penggerebekan, polisi menemukan satu seperempat butir pil ekstasi logo mercy warna coklat dengan berat 0,35 gram di kamar yang ditempati Titin dan Amri.

Kemudian, polisi menggeledah kamar Deslika, dari sana polisi menemukan dua paket sabu dengan berat 0,86 gram. Kemudian polisi melakukan pengembangan dan  melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Amri di Jalan Pembakaran Mayat kompleks Perum Griya Asri. Disana, polisi mendapati satu plastik bening yang diduga bekas bungkusan sabu, sebuah pipet.

Kemudian ketiganya digelandang ke kantor Satnarkoba Polres Tanjungpinang untuk proses selanjutnya. Menanggapi dakwaan jaksa, ketiga terdakwa mengatakan tidak keberatan. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(Rindu Sianipar)  

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>