Home » Berita Foto » Dua Terdakwa Kasus BBM Tangkapan Wali Kota Divonis Sama

Dua Terdakwa Kasus BBM Tangkapan Wali Kota Divonis Sama

Keterangan Foto: Sodikin, salah satu terdakwa kasus BBM hasil tangkapan wali kota Tanjungpinang saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (31/3). Foto: Rindu Sianipar.
Keterangan Foto: Sodikin, salah satu terdakwa kasus BBM hasil tangkapan wali kota Tanjungpinang saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (31/3). Foto: Rindu Sianipar.

Tanjungpinang, sidaknews.com – Frans Aritonang alias Ari dan Sodikin, dua terdakwa kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang diamankan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah pada 31 Oktober 2014 lalu divonis sama.

Keduanya divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang masing-masing dengan hukuman selama tujuh bulan penjara.”Atas perbuatannya, terdakwa dihukum selama tujuh bulan penjara,” ujar majelis hakim yang dipimpin Dame Parulian pada persidangan yang digelar Selasa (31/3).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Evan Afturedi dari Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa masing-masing selama delapan bulan penjara.

Selain hukuman badan, kedua terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda senilai Rp 50 juta subsider satu bulan penjara. Hakim menilai, kedua terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar ketentuan pasal 55 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas jo pasal 55 KUHP.

Kedua terdakwa tertangkap tangan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ketika akan mengisi BBM jenis solar di SPBU KM 7 Tanjungpinang dengan menggunakan mobil yang tanki BBM-nya sudah dimodifikasi.

Saat itu, dengan menggunakan kendaraan pelansir solar kedua terdakwa sedang antri. Merasa curiga dengan kendaraan pelaku, wali kota yang saat itu sedang mengadakan sidak lapangan langsung mengamankan Frans dan Ari.

Tidak lama berselang, Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana dan anak buahnya datang ke lokasi dan mengambil alih penyelidikan kasus BBM tersebut.

Saat itu, Frans menggunakan mobil jenis Panther dengan nomor plat BP 1681 OD yang tanki BBM-nya sudah dimodifikasi. Sedangkan Ari juga mengendarai mobil jenis mobil Panter BP 1451 QT. Tanki yang dimodifikasi dapat memuat minyak sebanyak 300 hingga 400 liter.

Dari hasil pengembangan penyelidikan polisi, dari tangan Ari, petugas juga berhasil mengamankan empat lembar kartu kendali pembelian minyak solar, uang sebanyak Rp2,5 juta dan sebilah senjata tajam jenis samurai.

Sementara dari tangan Sodikin, polisi mengamankan barang bukti lainnya berupa sebutir peluru aktif senjata jenis FN dan 11 lembar kartu kendali BBM palsu dan uang sebanyak Rp2,6 juta.(Rindu Sianipar)

Check Also

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati pada perayaan natal tribrata kasih jajaran Polres Luwu Timur yang bertempat di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (17/01/2017) sore

Sekda: Toleransi Kunci Keutuhan Luwu Timur

Lutim, sidaknews.com – Semangat toleransi menjadi kunci keutuhan Luwu Timur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>