Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Dua Terdakwa Kasus Korupsi Rutan Batam Divonis Bervariasi

Dua Terdakwa Kasus Korupsi Rutan Batam Divonis Bervariasi

tersangka
Ari Nurcahyo dan Samidan, dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Batam usai diperiksa di Kejati Kepri beberapa waktu lalu. Foto: dok 

Tanjungpinang, sidaknews.com – Abdul Muis dan Asep Gusta Manur, dua terdakwa kasus korupsi pembangunan Rutan Batam divonis bervariasi oleh hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Abdul Muis yang merupakan Kasubbag Program di Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepri yang pada proyek tersebut menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) divonis selama dua tahun penjara.

“Selain itu, Abdul Muis juga dikenakan hukuman denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 11 juta,” ujar majelis hakim yang dipimpin Eni Yuliani membacakan amar putusannya, Rabu (11/2) lalu di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Sementara itu, Asep Gustamanur yang menjabat Direktur PT Mitra Prabu Pasundan (MPP), kontraktor pelaksana proyek divonis selama dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan penjara.

“Selain itu, terdakwa juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 195 juta,” kata majelis hakim yang dipimpin Jarot Wicaksono ini.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri yang sebelumnya menuntut terdakwa Abdul Muis selama dua tahun dan enam bulan penjara.

Sementara Asep Gusta Manur dituntut selama tiga tahun penjara. Sekedar diketahui, uang pengganti kerugian negara yang dibebankan kepada kedua terdakwa telah dikembalikan ke kas negara saat kasus ini bergulir di kejaksaan. Terhadap putusan tersebut, kedua terdakwa menerima, begitu juga jaksa yang mengatakan hal yang sama.

Sebagaimana diketahui, selain kedua terdakwa, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) di Tembesi Batam senilai Rp 14,3 miliar ini juga ditetapkan tiga lagi tersangka.

Tersangka tersebut yakni Raden Nurma Sapta Gumbira yang juga Direktur di PT MPP, Ari Nurcahyo sebagai Manajer di PT MPP dan Samidan sebagai marketing eksekutif di PT MPP.

Dalam kasus ini, perkiraan kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP senilai Rp 3,6 miliar. Sebanyak Rp 642 juta sudah dikembalikan beberapa tersangka dalam proses penyelidikan recovery asset.

Dalam dakwaan jaksa, adapun modus pada kasus dugaan korupsi yang dilaporkan pertama kali oleh LSM ICTI-Ngo (Investigation Coruuption Transparan Independen) Kepri ini yakni dugaan memanipulasi progress pelaksanaan pekerjaan yang diduga dilakukan para tersangka.

Pekerjaan proyek tidak siap 100 persen sebagaimana spesifikasi awal, akan tetapi proyek dibayarkan 100 persen. Pekerjaan ini sendiri dikerjakan PT MPP dan Konsultan Perencana serta konsulatan pengawas yakni PT Kuantan Graha Marga.

Pada proses pelaksanaanya, PT MPP menyerahkan pelaksanaan pekerjaan proyek untuk sarana pematangan lahan (cut and fill) pada PT Laksana Putra Batam. Sementara, untuk pelaksanaan sarana fisik bangunan juga diserahkan pada sub-kontraktor lain yakni PT Aquarius Kalpataru.(Rindu Sianipar)

Check Also

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melantik dan mengukuhkan seluruh Kepala sekolah Menengah Atas (SMA), SMK dan juga Sekolah Khusus di jajaran Dinas Pendidikan Aceh dalam kegiatan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (27/3/17).

Gubernur Aceh Kukuhkan 664 Kepala SMA/SMK

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah mengukuhkan sebanyak 664 Kepala SMA, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>